Denpasar (Antara Bali) - Organisasi kesehatan dunia (WHO) bekerja sama dengan Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian serta Balai Besar Veteriner Denpasar melakukan kajian epidemiologis terhadap penyakit rabies di Bali.

"Kajian tersebut menyangkut respon antibodi anjing yang telah divaksinasi, kecuali di Nusa Penida, sebuah pulau yang terpisah dengan daratan Bali, namun secara administratif masuk wilayah Kabupaten Klungkung," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali, I Ketut Teneng di Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan, hasil pengkajian itu menunjukkan, antibodi anjing masih rendah yakni 41,88 persen dari 1.354 sampel yang diuji laboratorium, yang protektif hanya 567 sampel.

Hasil audit yang dilakukan tim terpadu terhadap rantai dingin (cold chain) alat penyimpanan vaksin rabies dari jumlah yang tersedia direkomendasikan hanya 50 persen.

Oleh sebab itu tim teknis rabies Bali bersama Direktorat Kesehatan  Kementeriaan Pertanian menyepakati pelaksanaan vaksinasi massal rabies tahap kedua di Pulau Dewata.

Ketut Teneng menambahkan, kegiatan tersebut tahap pertama dilaksanakan di tiga Kabupaten meliputi Bangli, Klungkung dan Jembrana sejak 25 Mei 2011.

Sedangkan lima kabupaten/kota lainnya yang meliputi Badung, Karangasem, Buleleng, Tabanan dan Kota Denpasar dilaksanakan mulai 11 Juni 2011 dan Kabupaten Gianyar pada Juli 2011.

Pelaksanaan vaksinasi di masing-masing kabupaten/kota disesuaikan dengan petugas vaksinasi dengan sasaran seluruh anjing piaraan masyarakat. Meskipun demikian seluruhnya sudah berakhir pada bulan Agustus atau September 2011.

Ketut Teneng menjelaskan, Dinas Peternakan setempat mempunyai sasaran untuk memvaksinasi 300.000 ekor anjing dari perkiraan populasi anjing sebanyak 400.000 ekor. Sedangkan target anjing yang akan dieuthanasi secara selektif dan terarah sebanyak 50.000 ekor.

Vaksinasi massal tahap pertama di Bali telah dilaksanakan sejak Oktober 2010 hingga Maret 2011, dan diperkirakan sudah menjangkau 80 persen dari populasi anjing yang ada, tutur Ketut Teneng.(*)


Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026