Badung (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Bali, memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan yang disiagakan selama 24 jam bagi masyarakat maupun wisatawan melalui aplikasi Badung Sehat.
“Penguatan layanan kesehatan ini dilakukan sebagai upaya memberikan jaminan kesehatan dan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang berada di wilayah Badung,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Badung Bagus Padma Puspita di Mangupura, Senin.
Selama ini, Badung menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai. Berdasarkan data Pemkab Badung hingga Juli 2026 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui bandara tersebut mencapai 3.307.775 orang.
Menurut Bagus Padma Puspita, tingginya arus kunjungan ke Badung menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan wisatawan maupun masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang cepat, aman, dan sesuai standar
“Kesehatan dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas utama kami. Sesuai visi Bapak Bupati mewujudkan pariwisata berkualitas, jadi tidak hanya bicara soal keindahan alam dan budaya, tetapi juga layanan kesehatan yang berstandar mutu baik sesuai kebutuhan masyarakat termasuk para wisatawan,” ungkap dia.
Ia menjelaskan melalui sistem Badung Sehat, masyarakat dan wisatawan dapat mengakses berbagai layanan kesehatan, termasuk layanan kegawatdaruratan.
Sistem tersebut didukung armada ambulans yang tersebar di 13 puskesmas dan terintegrasi dengan sistem respons internal tenaga medis serta petugas ambulans.
Integrasi sistem juga memungkinkan petugas mengarahkan armada terdekat ke lokasi kejadian sehingga waktu tanggap kegawatdaruratan dapat dipangkas.
“Jika sebelumnya waktu tanggap lebih dari 30 menit, saat ini rata-rata setiap kasus dapat ditekan menjadi sekitar 10-14 menit,” ujar dia.
Bagus Padma Puspita menambahkan, selain layanan darurat, Badung Sehat juga menyediakan sejumlah fitur kesehatan lainnya, seperti telemedicine untuk konsultasi dokter, ambulans non-darurat, dan home care.
Aplikasi itu juga memuat informasi ketersediaan vaksin dan kebutuhan donor darah, pengaduan masyarakat, serta pemantauan wilayah terkait penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan rabies.
“Kami melakukan penguatan layanan digital yang berjalan beriringan dengan pengetatan pembinaan dan pengawasan terhadap faskes serta praktik pelayanan kesehatan,” kata dia.
Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Rolandus NampuEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.