Wagub Sudikerta Harapkan Pencegahan Narkoba Jadi Intrakurikuler

Wagub Sudikerta Harapkan Pencegahan Narkoba Jadi Intrakurikuler

Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta pada acara penilaian Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba di SMAN 1 Sukawati, Gianyar. (Antara Bali Via Humas Pemprov Bali/wdy/2017)

Gianyar (Antara Bali) - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengharapkan pendidikan mengenai bahaya dari penyalahgunaan narkoba, dan cara pencegahan kejangkitan HIV/AIDS dapat menjadi program intrakurikuler di sekolah-sekolah Pulau Dewata.

"Remaja dan generasi muda adalah aset bangsa yang menentukan kemajuan bangsa kita ke depan, mereka paling cepat dan rentan terpengaruh pergaulan. Jadi, mereka kita berikan pembelajaran dan pengetahuan tentang faktor-faktor penyebab, pencegahan dan bahaya HIV/AIDS," kata Sudikerta pada acara penilaian Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba di SMAN 1 Sukawati, Gianyar, Rabu.

Dengan demikian, lanjut dia, nantinya mereka juga bisa membantu peran pemerintah untuk mengedukasi dan memberikan sosialisasi kepada rekan-rekan sejawat maupun lingkungannya agar terhindar dari bahaya HIV/AIDS.

"Alangkah bagusnya apabila upaya ini bisa menjadi salah satu program intrakurikuler sekolah-sekolah di Bali," ujarnya.

Dia mengemukakan, faktor penyebab tingginya penyebaran HIV/AIDS diantaranya seks bebas dengan berganti-ganti pasangan, penyalahgunaan narkoba dengan menggunakan jarum suntik berganti-gantian, penggunaan peralatan yang tidak steril seperti pisau cukur, jarum suntik, transfusi darah maupun pada bayi yang diturunkan dari ibunya.

Untuk itu, ia pun mengajak para remaja untuk menghindari faktor-faktor tersebut, sehingga bisa menekan penyebaran HIV/AIDS di Bali.

Sudikerta juga memberikan peringatan keras bagi sektor-sektor usaha yang ikut memengaruhi tingginya penyebaran HIV/AIDS diantaranya tempat hiburan malam, salon, spa dan lain sebagainya yang menyediakan layanan prostitusi.

Masyarakat dan pemerintah daerah hingga level terbawah yakni tingkat desa pun diharapkan berperan mengawasi lingkungannya apabila ada peredaran narkoba maupun prostitusi.

"Bagi pemerintah daerah mari atur pencegahan penyebaran HIV/AIDS ini dalam bentuk perda, dan di tingkat desa buatkan awig-awig (peraturan adat tertulis),"katanya.

Ia berpesan, jangan sampai ada tempat hiburan seperti kafe-kafe yang menyediakan layanan prostitusi.

"Awasi jangan sampai ada warganya yang terlibat penyalahgunaan narkoba, jika ada tindak tegas, tegakkan perda maupun awig-awig itu, hukumannya harus berat, agar bisa memberikan efek jera," katanya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sukawati, Gianyar, Gusti Made Puja Armaya mengatakan, langkah-langkah nyata yang sudah diambil KSPAN setempat dalam mendukung pencegahan penyebaran HIV/AIDS yakni berupa sosialisasi di lingkungan intern maupun ekstern sekolah.

Sedangkan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di ekstern sekolah yakni berupa sosialisasi kepada anak-anak sekolah tingkat SMP di lingkungan Kecamatan Sukawati dan sosialisasi ke warga masyarakat 15 banjar di Kecamatan Sukawati dan Ubud. (WDY)