Kamis, 19 Oktober 2017

Pemerintah dan Masyarakat Bali Menggelar Ritual "Panglempana"

| 469 Views
id doa, gunung agung, gubernur bali, ritual Panglempana, status gunung agung, doa keselamatan, pemprov bali
Pemerintah dan Masyarakat Bali Menggelar Ritual
Sejumlah Umat Hindu melakukan persembahyangan bersama terkait peningkatan aktivitas Gunung Agung di Pura Besakih, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu (20/9). ANTARA FOTO/Wira Suryantala/wdy/2017. (edm)
Amlapura (Antara Bali) - Jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Bali melaksanakan ritual "Panglempana" untuk memohon agar Gunung Agung di Kabupaten Karangasem tidak meletus dan masyarakat setempat diberikan keselamatan.

"Hari ini saya dapat laporan aktivitas Gunung Agung menurun, mudah-mudahan besok menurun lagi. Kalau terus menurun dan kemudian tenang kita bisa menghindari situasi darurat," kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika usai mengikuti persembahyangan tersebut di Pura Basukian Besakih, Amlapura, Karangasem, Rabu.

Orang nomor satu di Bali itu mengemukakan pentingnya prosesi ini untuk memohon keselamatan dari ancaman bencana meletusnya Gunung Agung.

Ia berharap letusan itu tidak terjadi, apalagi laporan hari ini aktivitas Gunung Agung mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.

Pastika menambahkan, pemerintah sudah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi dan apa saja yang harus dilakukan untuk meminimalisasi dampak jika situasi buruk terjadi.

Kamis (21/9), Pastika berencana berkeliling untuk mengecek kembali kesiapan dan memantau perkembangan aktivitas Gunung Agung karena ada aspek keilmuan yang patut dijadikan acuan.

Ia juga sudah meminta seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten/Kota di Bali untuk membantu kesiapan logistik dan sejauh ini semuanya sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan 50 ribu jiwa masyarakat yang mungkin terdampak di radius enam kilometer.

Sedangkan untuk wisatawan, menurut dia, tak akan terganggu mengingat dalam kondisi terburuk daerah terdampak sejauh 10 kilometer.

Mantan Kapolda Bali ini juga mengimbau masyarakat agar tidak panik karena kepanikan justru akan membuat masyarakat terhanyut dengan berita tidak jelas.

Ia juga meminta jangan memukul "kulkul bulus" atau kentongan tanda bahaya sebelum ada informasi yang jelas. Pihaknya berharap harus jelas siapa yang memukul kulkul bulus dan siapa yang memerintahkan.

Selain itu, sebagai langkah awal kelompok rentan seperti orang tua renta, ibu hamil, balita dan penderita sakit jiwa menjadi prioritas untuk diungsikan.

Pastika juga meminta agar masyarakat tidak menjual ternak murah atau mengambil uangnya di Lembaga Perkreditan Desa. Untuk ternak, menurutnya sudah ada tempat penitipan sedangkan uang sudah dalam kondisi aman karena berada di bank.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika didampingi Ayu Pastika beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Bali mengikuti persembahyangan bersama di Pura Basukian Besakih.

Persembahyangan juga dilakukan pemerintah dan masyarakat pada tujuh pura yang berada di kawasan Pura Besakih, yakni Pura Girikusuma, Pura Dalem Puri, Pura Bangun Sakti, Pura Goa Raja, Pura Riwa Tengen, Pura Penataran Agung dan Pura Pengubengan.

Rangkaian persembahyangan di beberapa pura tersebut juga diikuti oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta dan Dayu Sudikerta, Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, Ketua PHDI Bali IGN Sudiana, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri dan Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa.  (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga