Polres Tabanan Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

Polres Tabanan Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

Seorang bayi (ILUSTRASI/e011)

Tabanan (Antara Bali) - Polres Tabanan, Bali hingga kini masih melakukan penyelidiki secara internsif terhadap dua kasus pembuangan bayi yang terjadi di wilayah hukum daerah itu.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Tabanan AKP I Putu Oka Suyasa di Tabanan, Selasa mengatakan, kasus pertama pembuangan bayi jenis kelamin laki-laki yang ditemukan di sebuah tempat sampah di Pasar Penebel pada Senin (29/5).

Selanjutnya pada Minggu 6 Agustus bayi laki-laki di tempatkan dalam tas ransel warna biru dibuang di jalan MT Hariono di sebelah utara lapangan Dangin Carik, Kota Tabanan.

"Dua kasus pembuangan bayi sampai saat ini masih menjadi penyelidikan anggota kami di lapangan, belum ada perkembangan terkait kasus pembuangan bayi itu," tutur AKP I Putu Oka Suyasa.

Ia mengungkapkan, dari penyelidikan kasus itu, polisi tengah berusaha mengungkapkan kejadian itu melalui rekaman CCTV. "Semoga kamera pengawas di sekitar Lapangan Dangin Carik yang dimiliki oleh warga sempat mampu merekam pelaku pembuangan yang diduga perempuan seorang diri dengan membawa sepeda motor Honda Scoopy warna coklat," ujar AKP I Putu Oka Suyasa.

Sementara itu Direktur Utama Badan Rumah Sakit Umum Tabanan dr Nyoman Susila menjelaskan, kondisi bayi yang ditemukan di utara Lapangan Dangin Carik, Tabanan sudah membaik.

"Kondisinya sudah mulai membaik dan sekarang beratnya sudah mencapai 2,5 kilogram. Bantuan sudah ada seperti popok dan selimut bayi," katanya.

Menurut dr Nyoman Susila, proses kelahiran bayi tersebut normal, cuma saat lahir masuk dalam kategori berat yang kurang karena hanya 2,3 kilogram.

Seperti di ketahui, kasus pembuangan bayi terjadi di sebelah utara lapangan Dangin Carik, Tabanan pada Minggu (6/8) sekitar pukul 11.45 wita tepatnya di Jalan MT Hariono, Gang 6 Nomor 2.

Bayi malang dengan berat 2,3 kilogram dalam tas ransel warna biru diletakkan di depan rumah seorang pensiunan PNS atas nama I Nengah Suwentra. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh Ayu Arya Sari Devi (7), siswi kelas 2 di SDN 1 Dajan Peken yang sedang bermain sepeda. (WDY)