Bali Safari Edukasi Anak-anak Peduli Lingkungan

Bali Safari Edukasi Anak-anak Peduli Lingkungan

Anak-anak tengah mempraktekkan cara membuat kertas dari kotoran gajah di Bali Safari and Marine Park Gianyar untuk memahami kepedulian lingkungan serangkaian Hari Bumi. (Foto Antara/HumasBaliSafari/2017/DWA)

Gianyar (Antara Bali) - Lembaga konservasi dan edukasi "Bali Safari and Marine Park" mengedukasi anak-anak panti asuhan untuk peduli lingkungan dengan mengajak mereka menciptakan kerajinan tangan hasil daur ulang sampah dalam rangka memperingati Hari Bumi.

"Perayaan ini sangat penting dan membutuhkan peran dari semua pihak. Semua orang berkewajiban untuk berpartisipasi menjaga tempat yang kita sebut sebagai `rumah`, yaitu Bumi," kata Manajer Operasional Bali Safari and Marine Park Ketut Suardana di Denpasar, Selasa.

Dalam peringatan Hari Bumi itu pengelola konservasi mengundang anak-anak dari panti asuhan Yayasan Rumah Yatim.

Mereka diajak mengisi perayaan internasional tersebut dengan berbagai kegiatan yang mendorong mereka untuk peduli pada kelestarian lingkungan.

Kegiatan itu di antaranya dengan berkreasi menciptakan kerajinan tangan dengan barang daur ulang, dan juga menyaksikan tim safari ranger menunjukkan cara membuat kertas dengan memanfaatkan kotoran gajah.

Melalui kegiatan sederhana tersebut diharapkan anak-anak terpacu agar kreatif dalam memanfaatkan barang bekas yang berujung pada berkurangnya limbah lingkungan.

Aksi tersebut, lanjut dia, merupakan bagian dari rangakaian kegiatan "hijau" dari lembaga konservasi Bali Safari sebagai wujud apresiasi terhadap bumi dan lingkungan.

"Green Safari" merupakan salah satu komitmen besar lembaga konservasi itu untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang ide dan kampanye kelestarian lingkungan.

Hari bumi adalah agenda tahunan yang diperingati setiap 22 April, dimana semua orang di seluruh dunia melakukan kampanye dan menyuarakan dukungannya untuk perlindungan terhadap lingkungan.

Hari bumi diperingati pertama kali pada tahun 1970 dan sekarang dikelola secara global oleh "Earth Day Network" serta diperingati di lebih dari 192 negara di dunia setiap tahunnya. (WDY)