Denpasar (Antara Bali)- Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana mengingatkan, umat Hindu pada perayaan Hari Pagerwesi mampu melakukan introspeksi diri dan kembali pada ajaran kebenaran dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
"Ajaran Dharma (kebenaran) itu dapat dilaksanakan dengan baik, dengan harapan bisa menikmati kehidupan dengan tenang, sejahtera terhindari dari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Prof I Gusti Ngurah Sudiana yang juga guru besar Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Rabu.
Ia mengatakan, umat yang mampu melaksanakan ajaran kebenaran dengan baik akan menjadi manusia yang mampu menghadapi tantangan hidup yang semakin berat dan ketat.
Oleh sebab itu melalui perayaan Hari Pagerwesi merupakan "tonggak" untuk mengingatkan umat terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasi sebagai penguasa alam semesta. Upaya itu dilakukan dengan cara bhakti maupun pengorbanan suci secara tulus ikhlas (yadnya).
Umat Hindu pada hari suci terbesar kedua setelah hari Raya Galungan dan Kuningan (Kemenangan Dharma), juga dimaksudkan untuk memohon keselamatan, kesejahteraan dan bimbingan ke jalan yang benar serta mampu menegakan kebenaran sesuai ajaran agama dan hati nurani, ujar Prof Sudiana.
Umat Hindu Dharma di Bali, Rabu (25/1) merayakan Hari Suci Pagerwesi yang bermakna untuk meningkatkan keteguhan iman dan meningkatkan kerukunan antarumat beragama.
Untuk itu umat Hindu mohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dunia beserta isi diberikan keselamatan dan sanggup mengatasi berbagai permasalahan bangsa menyangkut sosial budaya, ekonomi maupun mengentaskan masalah kemiskinan.
Hari Raya Pagerwesi jatuh setiap 210 hari sekali merupakan rangkaian Hari Raya Saraswati, hari lahirnya ilmu pengetahuan yang jatuh pada hari Sabtu (21/1).
Umat Hindu pada Hari Suci Pagerwesi mengadakan ritual keagamaan dengan menghaturkan sesaji serta rangkaian janur, bunga dan buah-buahan (banten) di tempat suci rumah keluarga (merajan) masing-masing.
Sementara Direktur Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar Dr I Ketut Sumadi mengharapkan melalui perayaan Hari Hari Pagerwesi mampu memantapkan keteguhan iman dan kerukunan.
Umat lintas agama di Pulau Dewata sejak ratusan tahun silam hidup harmonis, rukun berdampingan satu sama lainnya tanpa pernah terjadi konflik.
Semua itu berkat kesadaran dan saling pengertian umat lintas agama, sehingga kerukunan antarumat beragama dapat tercipta di daerah tujuan wisata Pulau Dewata.
Semua itu didasari atas rasa cinta damai dari seluruh umat lintas agama untuk menjungjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Oleh sebab itu semua pihak dan umat lintas agama hendaknya mengupayakan agar kerukunan lintas agama tetap dapat terpelihara dengan baik dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. (WDY)