Denpasar (Antara Bali) - Generasi muda Indonesia akhir ini mengalami degradasi moral, karena itu perlu pemahaman butir-butir Pancasila dibangkitkan, sehingga masyarakat tidak mudah dipengaruhi paham radikalisme.

"Pemerintah sudah merancang dan menyiapkan materi untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pemahaman butir-butir Pancasila, karena generasi muda mengalami degradasi moral disebabkan tidak memahami butir-butir Pancasila tersebut," kata Kepala Badan Kesatuan, Bangsa dan Politik Provinsi Bali, I Gede Putu Jaya Suartama di Denpasar, Selasa.

Ia memandang generasi muda (kalangan pelajar) perlu diberikan pelajaran kembali mengenai Pedomanan, Penghayatan, Pengamalan dan Pancasila (P4), Namun dikemas sesuai dengan perkembangan zaman.

"Bisa dikemas dalam sebuah program wawasan kebangsaan, sebab dengan wawasan kebangsaan dan diisi materi yang menjabarkan butir-butir Pancasila, tentu arah generasi muda terhadap kebangsaannya akan lebih melekat dan militan terhadap Tanah Air," ujarnya.

Jaya Suartama lebih lanjut mengatakan akhir-akhir ini semakin banyak menyebarkan paham-paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila di sosial media. Namun itu bentuk reaksi kalangan generasi muda yang tidak memahami dasar dan ideologi sebuah negara, yakni Pancasila.

"Bila generasi muda memahami arti dan peran sebuah bernegara dengan mengamalkan Pancasila, maka generasi muda tersebut pasti akan mencintai negara dan bangsa. Namun yang terjadi di lapangan sejak era reformasi, pelajaran tentang Pancasila dan GBHN memudar, bahkan dihapus dalam mata pelajaran," ucapnya.

Sehingga terjadilah seperti ini, kata dia, banyak kalangan generasi muda memakai simbol negara di suatu acara yang tidak ada kaitannya dengan ideologi Pancasila. Bahkan ada yang sampai memelesetkan butir-butir yang terkandung dalam acara nilai-nilai Pancasila tersebut.

Oleh karena itu, Jaya Suartama, mengharapkan program pemerintah untuk menghidupkan acara yang terkandung dalam nilai-nilai Pancasila agar didukung semua elemen masyarakat.

"Program pemerintah pusat mengenai pelajaran Pancasila perlu kita dukung, karena esensi dari pengertianya sangat luas dan bermakna terbuka. Jadi Ideologi Pancasila itu perlu dikembangkan dengan model lain, seperti wawasan kebangsaan. Tidak seperti zaman orde baru," katanya. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Komang Suparta

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016