Denpasar (Antara Bali) - Petugas "Search and Rescue" (SAR) Kelas A Denpasar mendemonstrasikan berbagai teknik penanganan bencana dan kecelakaan kepada perwakilan siswa-siswi di Bali sebagai upaya menyiapkan generasi muda yang tangguh ketika menghadapi bencana.
"Melalui acara ini sekaligus kami ingin mendekatkan pelayanan SAR kepada masyarakat. Pelajar tidak hanya sekadar tahu, namun mereka dapat memegang berbagai peralatan SAR yang kami gunakan," kata Kepala Kantor SAR Kelas A Denpasar Didi Hamzah, saat menyampaikan sambutan pada acara yang bertajuk "SAR Goes to School for SAR Community", di Denpasar, Kamis.
Menurut dia, generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan harus disiapkan menjadi pribadi-pribadi yang tangguh sehingga ketika terjadi bencana, mereka pun dapat memberikan pertolongan pada lingkungan sekitar.
Pada acara tersebut didemonstrasikan upaya SAR ketika menolong korban kecelakaan mobil dengan menggunakan berbagai peralatan, mulai dari alat untuk membuka pintu mobil hingga penggunaan alat-alat kesehatan untuk menyelamatkan korban sebelum mobil ambulans datang.
Selain itu, dipraktikkan juga cara-cara memberikan pertolongan dan penanganan bagi korban yang terperangkap dalam reruntuhan gedung. Disimulasikan sedemikian rupa cara membuat lubang untuk memasukkan kamera pendeteksi keadaan dalam gedung hingga upaya petugas untuk masuk ke gedung runtuh, tetapi tidak membahayakan korban.
Di sisi lain, digelar pameran peralatan dan kendaraan yang digunakan untuk operasional SAR seperti mobil pemadam kebakaran, ambulans, helikopter dan sebagainya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta di sela-sela membuka acara itu mengatakan mengapresiasi upaya yang dilakukan SAR Denpasar karena dengan demikian dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa-siswi terhadap bencana serta cara penanggulangannya.
Menurut dia, kerentanan Bali selain karena kondisi alamnya juga ditambah statusnya sebagai tujuan wisata yang sangat diminati hingga mancanegara.
"Oleh karena itu, diperlukan strategi dan kebijakan penanggulangan bencana secara menyeluruh dan terpadu, artinya tidak saja dipahami dan dilaksanakan sebagai kegiatan tanggap darurat pada saat terjadi bencana, melainkan harus diberikan prioritas pada pengurangan risiko bencana," katanya.
Masyarakat, ujar dia, harus ditempatkan sebagai subjek yang ditingkatkan kapasitasnya menghadapi ancaman bencana.
"Kegiatan ini merupakan pembinaan karakter sejak usia dini yang seterusnya merupakan bagian dari pembangunan pelayanan SAR untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musibah dan bencana," kata Sudikerta.
Salah satu siswa dari SMKN 1 Tabanan Ni Putu Indah Ekayani mengatakan kegiatan demonstrasi tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan. "Nanti akan saya sampaikan juga informasi dari sini kepada teman-teman. (LHS)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013
"Melalui acara ini sekaligus kami ingin mendekatkan pelayanan SAR kepada masyarakat. Pelajar tidak hanya sekadar tahu, namun mereka dapat memegang berbagai peralatan SAR yang kami gunakan," kata Kepala Kantor SAR Kelas A Denpasar Didi Hamzah, saat menyampaikan sambutan pada acara yang bertajuk "SAR Goes to School for SAR Community", di Denpasar, Kamis.
Menurut dia, generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan harus disiapkan menjadi pribadi-pribadi yang tangguh sehingga ketika terjadi bencana, mereka pun dapat memberikan pertolongan pada lingkungan sekitar.
Pada acara tersebut didemonstrasikan upaya SAR ketika menolong korban kecelakaan mobil dengan menggunakan berbagai peralatan, mulai dari alat untuk membuka pintu mobil hingga penggunaan alat-alat kesehatan untuk menyelamatkan korban sebelum mobil ambulans datang.
Selain itu, dipraktikkan juga cara-cara memberikan pertolongan dan penanganan bagi korban yang terperangkap dalam reruntuhan gedung. Disimulasikan sedemikian rupa cara membuat lubang untuk memasukkan kamera pendeteksi keadaan dalam gedung hingga upaya petugas untuk masuk ke gedung runtuh, tetapi tidak membahayakan korban.
Di sisi lain, digelar pameran peralatan dan kendaraan yang digunakan untuk operasional SAR seperti mobil pemadam kebakaran, ambulans, helikopter dan sebagainya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta di sela-sela membuka acara itu mengatakan mengapresiasi upaya yang dilakukan SAR Denpasar karena dengan demikian dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa-siswi terhadap bencana serta cara penanggulangannya.
Menurut dia, kerentanan Bali selain karena kondisi alamnya juga ditambah statusnya sebagai tujuan wisata yang sangat diminati hingga mancanegara.
"Oleh karena itu, diperlukan strategi dan kebijakan penanggulangan bencana secara menyeluruh dan terpadu, artinya tidak saja dipahami dan dilaksanakan sebagai kegiatan tanggap darurat pada saat terjadi bencana, melainkan harus diberikan prioritas pada pengurangan risiko bencana," katanya.
Masyarakat, ujar dia, harus ditempatkan sebagai subjek yang ditingkatkan kapasitasnya menghadapi ancaman bencana.
"Kegiatan ini merupakan pembinaan karakter sejak usia dini yang seterusnya merupakan bagian dari pembangunan pelayanan SAR untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musibah dan bencana," kata Sudikerta.
Salah satu siswa dari SMKN 1 Tabanan Ni Putu Indah Ekayani mengatakan kegiatan demonstrasi tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan. "Nanti akan saya sampaikan juga informasi dari sini kepada teman-teman. (LHS)
Editor : Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013