Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kota Denpasar, Bali, mendirikan tiga unit posko untuk memperlancar pelaksanaan angkutan mudik maupun arus balik Lebaran.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam keterangannya di Denpasar, Sabtu mengatakan tiga posko tersebut yakni Posko Terminal Ubung (Pos Utama), Posko Uma Anyar untuk pemantauan lalu lintas darat dan Posko Pelabuhan Serangan untuk memantau angkutan laut.
Jaya Negara menyebut potensi pergerakan masyarakat mengalami peningkatan pada masa arus mudik maupun arus balik Lebaran dan masa libur Lebaran dimana periode mudik tahun ini berbarengan dengan rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Untuk itu, pihaknya merasa perlu bagi pemerintah dan pihak terkait lainnya menyiapkan langkah antisipasi agar penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 dan juga pelaksanaan rangkaian kegiatan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948, dapat berjalan aman, nyaman dan lancar.
Kota Denpasar sebagai destinasi pariwisata juga perlu mengantisipasi meningkatnya kunjungan wisatawan di saat liburan Lebaran, termasuk di dalamnya terkait dengan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan maupun kelancaran lalu lintas angkutan laut.
"Kami juga bersama perlu mengantisipasi kerawanan kriminal pada periode arus mudik maupun arus balik serta mengantisipasi rawan bencana dan cuaca buruk," ungkap Jaya Negara.
Pada periode Lebaran, Jaya Negara juga meminta kepada tim posko terpadu agar mengingatkan para pemudik, agar menghindari mudik pada 18 Maret 2026, yang berbarengan dengan acara Tawur Agung Kasanga atau Malam Pengerupukan (yang diisi Pawai Ogoh-ogoh).
"Kepada Organda Bali dan para operator angkutan agar menyiapkan sarana angkutan yang laik jalan, begitu juga di sisi laut kami mohon bantuan para Syahbandar di bawah KSOP kelas II Benoa agar memastikan Kapal/Fastboat yang beroperasi telah memenuhi persyaratan teknis laik layar sehingga terwujudnya keselamatan bersama," katanya.
Sementara itu, Kadis Perhubungan Kota Denpasar I Ketut Sriawan menjelaskan Posko Terpadu Pengendalian dan Pengawasan Angkutan Lebaran Tahun 2026 didirikan selama 16 hari dimulai tanggal 13 Maret 2026 hingga 29 Maret 2026.
Fokus pemantauan di antaranya Terminal Ubung, pool bus, Posko Terpadu Uma Anyar, obyek wisata dan pusat perbelanjaan, kegiatan mudik gratis/mudik bareng, tempat ibadah, beberapa simpang dan ruas jalan rawan kemacetan serta Pelabuhan Pengumpan Lokal di Denpasar.
Sehingga dari beberapa fokus pemantauan itu dapat mengantisipasi kemungkinan fenomena-fenomena selama periode angkutan lebaran dan terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas angkutan jalan di Kota Denpasar selama periode angkutan Lebaran.
Terkait posko, Sriawan menjelaskan posko terpadu tersebut terintegrasi komunikasinya dengan pos-pos yang ada di wilayah Kota Denpasar maupun daerah lainnya karena koordinasi terkait transportasi ini tidak dibatasi wilayah administrasi.
Guna mendukung pelaksanaan kegiatan yang optimal, turut disiagakan 80 personel gabungan per shift dengan rencana dua shift per hari.
Adapun prediksi puncak arus mudik terjadi pada hari Minggu hingga Selasa, 15-17 Maret 2026 (pergerakan keluar Bali diperkirakan mencapai puncak sebelum cuti bersama/Pengrupukan).
Sedangkan prediksi puncak arus balik I terjadi pada hari Selasa hingga Rabu, 24-25 Maret 2026 dan prediksi puncak arus balik II terjadi pada hari Jumat hingga Sabtu, 27-28 Maret 2026 berdasarkan sumber data dari Dishub Provinsi Bali berdasarkan prediksi pergerakan penumpang keluar-masuk Bali
"Untuk di Kota Denpasar sendiri beberapa tempat yang diprediksi mengalami kepadatan penumpang adalah di sektor obyek wisata dan pusat perbelanjaan, termasuk Pelabuhan Sanur dan wilayah Serangan," ujarnya.
Pewarta: Rolandus NampuEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026