Pemerintah Kabupaten Badung, Bali memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan yang telah ikut berkontribusi dalam program pembangunan di daerah setempat melalui Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) selama 2023.

“Kami sangat menyambut baik dan mendukung setiap inisiatif dan Program TJSP yang dijalankan oleh perusahaan-perusahaan di Kabupaten Badung,” ujar Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dalam keterangan diterima di Mangupura, Selasa.

Pihaknya terus melaksanakan diskusi dalam rangka menyampaikan berbagai gagasan dan konsep untuk merumuskan strategi kompresional dalam upaya mengelola dan mewujudkan Program TJSP di Kabupaten Badung.

Menurut dia, TJSP Kabupaten Badung bisa menjadi pemantik terwujud pembangunan berkelanjutan yang bersifat inklusif. Inklusif dalam arti bahwa TJSP benar-benar dapat dirasakan seluruh elemen masyarakat.

“Ini penting dilaksanakan secara inklusif, agar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh elemen masyarakat. Kami melakukan upaya dalam membuat berbagai strategi operasional TJSP Kabupaten Badung, secara inklusif bahwa gathering merupakan proses panjang yang kami lakukan seperti membangun konsolidasi,“ kata dia.

Wabup Suiasa mengatakan ke depan dibutuhkan kerja sama dan sinergi semua pihak, terutama dunia usaha, yang memiliki sumber daya dan kapasitas untuk berkontribusi secara signifikan. Dalam konteks tersebut peran TJSP dinilai penting untuk pembangunan di Badung.

Baca juga: Pemkab Badung hibahkan kendaraan operasional untuk Polda Bali

“CSR (Corporate Social Responsibility) ini bukan lagi sekadar kegiatan filantropi atau tanggung jawab sosial perusahaan sebagai pelengkap, tetapi sudah menjadi bagian integral dari strategi bisnis dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” kata dia

Ketua Forum TJSP Badung I Made Suarsa mengungkapkan Program TJSP di daerah itu selama 2023 dilakukan dengan mencangkup bidang pemberdayaan masyarakat, bidang sosial, bidang pendidikan, maupun bidang lingkungan dengan jumlah perusahaan yang aktif melaporkan pelaksanaan TJSP 106 perusahaan.

Berdasarkan laporan tersebut, dilakukan penilaian terhadap indikator-indikator yang meliputi kepemilikan dokumen perencanaan program, kesesuaian implementasi program dengan potensi wilayah, keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan.

Selain itu, kolaborasi multi pihak dalam implementasi program dampak sosial, ekonomi dan lingkungan, kesesuaian dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, ketersediaan evaluasi program dan implementasi program berdampak terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan.

“Dari penilaian tersebut terdapat top partner TJSP Kabupaten Badung, yang terdiri dari tiga perusahaan TJSP di bidang pemberdayaan masyarakat, lima perusahaan TJSP di bidang sosial, empat perusahaan TJSP di bidang pendidikan dan tiga perusahaan TJSP di bidang lingkungan,” ujar dia.

Baca juga: Brida Kabupaten Badung minta OPD berinovasi tingkatkan indeks inovasi daerah

Pewarta: Rolandus Nampu/Fikri Yusuf

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023