Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangsem melakukan penanaman sejumlah bibit pohon sebagai rasa syukur kepada alam yang subur, sekaligus penanda perayaan Hari Suci Tumpek Wariga di Bali.

Dalam prosesi yang berlangsung di Pura Bhur Bhwah Swah, Desa Adat Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Sabtu, Bupati I Gede Dana memimpin dengan melaksanakan perayaan secara sekala (duniawi) dengan menanam bibit pohon kelapa, pohon pinang, pohon nagasari dan jenis tanaman untuk kelengkapan upacara keagamaan.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih serius dalam mentransformasikan spirit nilai Tumpek Wariga tersebut. Esensi dari perayaannya adalah ungkapan rasa syukur ke hadapan Ida Hyang Widi Wasa, telah melimpahkan kesuburan alam semesta," kata Gede Dana.

Orang nomor satu di Pemkab Karangasem itu menyebut lewat alam yang subur akhirnya semua tumbuhan dapat dapat hidup dengan subur, berbunga dan berbuah yang berguna bagi manusia dalam mewujudkan kebahagiaan hidup jasmani maupun rohani secara harmonis.

Baca juga: Kampus Politeknik Negeri Bali di Karangasem buka mulai Februari 2023

"Secara jasmaniah manusia dapat menghirup oksigen, memanfaatkan akar, batang umbi buah, bunga dan daun dari tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Sedangkan secara rohaniah, manusia bisa menikmati keindahan alam, kesegaran dan kebugaran, sehingga pikiran manusia cerah dan bersih, bahagia aman dan sentosa," ujarnya.

Bupati Gede Dana mengatakan bahwa perayaan Tumpek Wariga yang jatuh 210 hari sekali atau 25 hari sebelum Hari Raya Galungan itu dilaksanakan sesuai instruksi Gubernur Bali Nomor 6 Tahun 2022 tentang perayaan Tumpek Wariga dengan upacara Wana Kerthi atau pemuliaan terhadap tumbuhan.

"Pemujaan pada Tumpek Wariga adalah persembahan kepada manifestasi tuhan sebagai Dewa Sangkara penguasa tumbuh-tumbuhan. Momentum ini sangat baik untuk manusia begitu pentingnya tanaman dan alam dalam arti yang sangat luas, sehingga menjadi harmoni dalam kehidupan ini," kata Bupati Gede Dana.

Ditambahkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem I Ketut Sedana Merta, tujuan kegiatan ini adalah sebagai bentuk penghormatan umat manusia kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa atas anugerah terkait alam semesta yang telah memberi kesejahteraan kepada umat manusia.

"Pelaksanaan perayaan Tumpek Wariga ini merupakan wujud pelaksanaan ajaran Tri Hita Karana (tiga hubungan harmonis penyebab kebahagiaan), yaitu hubungan harmonis antara manusia dengan tuhan, hubungan harmonis antara manusia dengan manusia serta terutama hubungan harmonis manusia dengan alam (tumbuh-tumbuhan)," kata dia.

Baca juga: Karangasem-Klungkung-Bangli-Buleleng jalin kerjasama tangani kebakaran

Sekda Sedana menuturkan bahwa makna terpenting dari perayaan Tumpek Wariga adalah rasa terima kasih yang sangat dalam terhadap kekayaan alam yang melimpah, dengan itu maka selain upacara penanaman bibit pohon, Pemkab Karangasem melanjutkan kegiatan niskala (non duniawi) dengan persembahyangan di dalam pura.
 

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2022