Bangli, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangli, Bali, menunggu keputusan pemerintah pusat soal usulan Kapten TNI Anak Agung Gede Anom Mudita untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional karena persyaratan yang diserahkan telah lengkap.
“Jika tidak tahun ini, mudah-mudahan tahun depan (2026) bisa disahkan untuk menjadi pahlawan nasional,” kata Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar di sela peringatan 78 tahun gugurnya Kapten TNI Anak Agung Gede Anom Mudita di Tugu Makam Pahlawan (TMP) Penglipuran, Bangli, Bali, Kamis.
Ada pun pengajuan sebagai pahlawan nasional telah dilaksanakan sejak 2020 oleh Pemerintah Kabupaten Bangli dan seluruh berkas administrasi telah lengkap diserahkan kepada Kementerian Sosial RI dan instansi terkait lainnya.
“Kami telah menyerahkan proses sepenuhnya kepada Presiden Prabowo Subianto karena semua berkas yang diserahkan ke kementerian semua sudah sangat lengkap tinggal menunggu keputusan presiden,” imbuhnya.
Sementara itu, pada peringatan 78 tahun gugurnya pahlawan daerah asal Bangli itu dilaksanakan Pemkab Bangli dengan doa dan tabur bunga.
Upacara peringatan itu diharapkan sebagai momentum penting bagi seluruh masyarakat merefleksikan kembali semangat perjuangan dan pengorbanan Kapten TNI Anak Agung Gede Anom Mudita dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Wakil Bupati Bangli mengungkapkan peringatan gugurnya Kapten Anom Mudita harus dijadikan cerminan kepada masyarakat terkait pengorbanan, keteladanan, dan keteguhan hati dalam menggapai masa depan yang lebih baik.
“Nilai-nilai kepahlawanan yang diwariskan oleh Kapten TNI Anak Agung Gede Anom Mudita tidak akan pernah lekang oleh zaman. Ini adalah momentum untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai persatuan, kepahlawanan, keperintisan, dan kesetiakawanan sosial di kalangan generasi muda,” ucap Wayan Diar.
Pada upacara peringatan itu juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangli, perwakilan TNI/Polri, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bangli, dan perwakilan siswa.
“Jadikan peringatan ini sebagai momentum untuk memperkuat rasa persatuan, memperdalam rasa syukur, dan meneguhkan semangat kebangsaan. Semoga semangat kepahlawanan selalu menyala dalam diri setiap warga Bangli,” ucap Diar.
Kapten TNI Anak Agung Gede Anom Mudita mengkoordinasi perjuangan di wilayah Bali Timur yang meliputi Bangli, Gianyar, Klungkung dan Karangasem.
Ia gugur pada pertempuran melawan tentara NICA di Desa Penglipuran, Bangli, pada 20 November 1947.
