Bupati Jembrana I Putu Artha mendorong pesantren sebagai laboratorium perdamaian, dengan mengembangkan Islam yang menjadi rahmat bagi alam semesta, ramah serta moderat.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Santri di Lapangan Umum Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, yang diikuti santri, pelajar madrasah, ulama, Kantor Kementerian Agama dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Selasa.

"Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural seperti Indonesia. Dengan memiliki sikap itu, keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi, sehingga keadilan dapat terwujud," katanya.

Menurut dia, tema "Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia" sangat relevan dan memiliki makna yang dalam, dimana santri harus berkonstribusi terhadap kerukunan dan keharmonisan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika.

Ia berharap, santri menjadi garda terdepan dalam menjaga dan merawat perdamaian dunia lewat pendidikan pondok pesantren sebagai laboratorium perdamaian.

Ia juga mengajak masyarakat Jembrana untuk selalu bersyukur dan berbangga, dengan semakin tingginya sikap toleransi antar agama dan suku, menunjukkan kerukunan dan saling menghormati satu dengan yang lain, bahkan hingga saling membantu.

“Saya ucapkan Selamat Hari Santri 2019, Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia. Jagalah bersama-sama Ukhuwah Islamiyah, jagalah Ukhuwah Wathoniyah, agar persatuan, persaudaraan, kerukunan, keharmonisan bangsa dan khususnya di Kabupaten Jembrana tetap langgeng," katanya.

Pewarta: Gembong Ismadi

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019