Denpasar (Antaranews Bali) - Dinas Perhubungan Provinsi Bali memprediksi saat arus mudik Idul Fitri 1439 Hijriah ini akan terjadi kenaikan jumlah penumpang hingga lima persen dibandingkan dengan jumlah pemudik pada tahun sebelumnya.

"Kalau pada Lebaran 2017, total pergerakan penumpang mencapai 2.919.929 orang, sedangkan total pergerakan kendaraan sebanyak 294.118 unit," kata Kepala Bidang Keterpaduan Moda Dinas Perhubungan Provinsi Bali Standly Suwandi, di Denpasar, Selasa.

Untuk Idul Fitri 2017, saat itu sebaran pergerakan penumpang yang melalui Terminal Mengwi (24.681 orang), Terminal Ubung (24.447), Pelabuhan Gilimanuk (910.458), Pelabuhan Padangbai (138.947), Bandara I Gusti Ngurah Rai-terminal domestik (907.404) dan untuk terminal internasional (913.992).

Terkait angkutan yang digunakan pemudik, Standly memprediksi dominan masih akan menggunakan kendaraan roda dua, sehingga ada skenario dari ASDP Pelabuhan Gilimanuk kalau ada lonjakan pemudik yang signifikan, maka kapal laut akan diwajibkan untuk mendahulukan penumpang kendaraan roda dua dibandingkan angkutan lainnya.

"Mereka telah mempersiapkan sejumlah skenario ketika jumlah pemudik normal hingga padat, baik dengan mempercepat waktu bongkar muat maupun memprioritaskan pemudik yang mengendarai kendaraan roda dua," ucapnya.

PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gilimanuk menyiapkan sebanyak 56 kapal dan satu sebagai cadangan.

Selain itu, tambah Standly, di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk disiapkan lokasi "buffer zone" ketika ada lonjakan pemudik. Pemudik untuk sementara akan ditampung di sana dulu, sehingga tidak lagi harus menunggu di jalan.

Pihaknya memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-6, sedangkan arus balik pada H+5, dengan asumsi kenaikan pemudik sebesar lima persen.

Standly mengemukakan, sejumlah langkah antisipatif untuk mendukung kelancaran dan keselamatan selama masa angkutan Lebaran juga dengan membentuk posko Lebaran, pengawasan kelaikan/peralatan keselamatan kendaraan, pemeriksaan kesehatan awak angkutan umum, alih fungsi jembatan timbang menjadi rest area, pengaturan pembatasan operasional angkutan barang, pengaturan mudik gratis dan sebagainya. (WDY)

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018