Denpasar (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga mencatat selama periode Ramadhan hingga Lebaran 2026 konsumsi Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Bali naik 3,8 persen dari rata-rata konsumsi harian normal 960 metrik ton.
“Pasokan energi dengan aman pada masa Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Iwan Yudha Wibawa di Denpasar, Bali, Senin.
Peningkatan konsumsi tersebut diperkirakan didorong libur panjang yang mendukung aktivitas pariwisata dan konsumsi sektor usaha dan rumah tangga.
Sedangkan untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin atau gasoline dan avtur untuk pesawat udara, kata dia, konsumsi selama periode tersebut di Bali mengalami penurunan seiring dengan menurunnya persentase jumlah pemudik dibandingkan 2025.
Adapun untuk BBM jenis solar atau gasoil mengalami penurunan seiring berkurangnya aktivitas industri selama libur panjang.
Pihaknya sebelumnya memproyeksi terjadi penurunan konsumsi gasoil yakni 10,7 persen dari rata-rata konsumsi mencapai 654 kiloliter per hari.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menambahkan, realisasi konsumsi selama periode hari besar keagamaan itu akan menjadi bahan evaluasi sehingga menjadi landasan untuk menyempurnakan strategi distribusi energi ke depan.
“Kami akan terus meningkatkan keandalan layanan, terutama untuk wilayah dengan tantangan geografis dan lonjakan konsumsi, agar kebutuhan energi masyarakat senantiasa terpenuhi,” ucapnya.
Ahad menjelaskan, pihaknya mengoperasikan Terminal BBM di Manggis, Kabupaten Karangasem dan Sanggaran di Denpasar, 214 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), SPBU Nelayan (4), 147 agen LPG, dan satu terminal BBM avtur.
“Operasional itu dikendalikan melalui sistem pengawasan yang aktif selama 24 jam penuh,” ucapnya.
Selama periode khusus itu juga, imbuh dia, ketersediaan stok BBM, LPG, dan avtur dalam kondisi aman, dengan ketahanan stok yang bervariasi mulai dari delapan hingga 15 hari, tergantung produk dan wilayah.
BUMN bidang minyak dan gas bumi itu juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, Hiswana Migas, media, serta jajarannya yang siaga kelancaran operasional.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026