Kamis, 24 Agustus 2017

Bali Zoo Gelar Ritual "Tumpek Kandang"

| 7.166 Views
id tumpek kandang, bali zoo, ritual di bali, binatang peliharaan
Bali Zoo Gelar Ritual
Seorang "Pemangku" atau orang suci memberikan air suci kepada seekor kijang saat peringatan hari khusus untuk binatang peliharaan "Tumpek Kandang" di Bali Zoo Park, Gianyar, Bali, Sabtu (9/8). ANTARA FOTO/Wira Suryantala/wra/14.
Gianyar (Antara Bali) - Kebun binatang Bali Zoo menggelar ritual Hindu sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan kepada satwa atau "Tumpek Kandang", dengan harapan hewan terbebas dari penyakit.

"Melalui ritual `Tumpek Kandang` kami mohon agar Sang Hyang Widhi memberikan keselamatan dan terbebas dari penyakit terhadap seluruh satwa," kata Public Relations Executive Bali Zoo, Emma Kristiana Chandra di Singapadu, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu.

Ritual yang digelar setiap enam bulan sekali itu digelar di pura setempat dengan dipimpin oleh pemuka agama Hindu.

Secara simolis, beberapa satwa dikeluarkan dari penangkaran untuk diupacarai di antaranya kijang, landak, gajah, trenggiling, rusa, kuda, lutung dan binturong.

Sebelum menjalankan ritual, pemuka agama setempat menghaturkan sesajen sebagai simbol penghormatan kepada dewa penguasa satwa yakni Sang Hyang Rare Angon sebagai perwujudan Dewa Siwa disertai lantunan doa-doa suci.

Seluruh staf kebun binatang setempat kemudian melakukan persembahyangan mendoakan keselamatan hewan.

Pemuka agama Hindu kemudian memercikan air suci kepada hewan yang dihadirkan dalam ritual suci itu.

"Perayaan hari suci ini juga berkaitan dengan konsep Tri Hita Karana," imbuhnya.

Tri Hita Karana merupakan filosofis masyarakat Bali dengan tiga harmonisasi hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam dan manusia dengan lingkungan.

Ritual suci umat Hindu itupun menarik perhatian wisatawan terutama wisatawan mancanegara yang saat itu tengah berkunjung.

"Saya baru pertama kali melihat ritual itu yang begitu menghormati dan menghargai satwa sedangkan di daerah lain mungkin banyak satwa yang mengalami masalah. Ini unik," kata Steven, wisatawan dari Swis. (WRA)

Editor: I Gede Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Baca Juga