Berita Terkait
Denpasar (Antara Bali) - Seniman Bali Ray Peni menciptakan lagu tentang kerinduan atas lahirnya pemimpin yang peduli terhadap rakyat menjelang pemilihan kepala daerah pada 15 Mei 2013.

"Rakyat sangat merindukan pemimpin yang merakyat," kata musikus berusia 33 tahun itu di Denpasar, Jumat.

Pria kelahiran Batuan Sukawati, Kabupaten Gianyar, itu melantunkan suaranya yang melengking sehingga cocok dengan selera pendukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mencalonkan pasangan Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS). Saya menciptakan lagu untuk PAS," kata Ray.

Ia mengaku berjiwa Pancasilais sehingga wajar. "Apapun, siapapun, kalau itu kader partai akan saya dukung, ini tuntutan hati nurani," jelasnya.

Pada Pilkada Bali 2008 dia juga telah menciptakan lagu yang digarapnya secara khusus untuk pasangan Made Mangku Pastika-Puspayoga (Pastiyoga) yang kala itu juga diusung PDIP.

Namun karena Pilkada Bali kali ini pasangan yang diusung PDIP tidak lagi Pastiyoga sehingga harus kembali menciptakan karya lagu untuk pasangan PAS.

Isi dari lagu yang makin digemari segala usia bahkan terakhir diramu dalam versi "remix house", sehingga mampu menggambarkan situasi politik di Bali sekarang ini.

"Saya bikin lagu setelah menyerap asprasi teman-teman partai dan asprasi di masyarakat bawah," tuturnya.

Menyangkut lirik lagu "PAS untuk Bali" yang sudah disiarkan di dunia maya itu, merupakan murni karya ciptaanya sendiri. Demikian juga aransemen musiknya diramu sendiri yang hanya membutuhkan waktu seminggu.

Karya seni ciptaannya itu dituangkan dalam lagu semata-mata hanya apa yang dirasakan kalangan seniman, menginginkan pemimpin yang dekat dengan rakyat, tidak berjarak.

Jika dicermati, lirik lagu Ray Peni itu dengan jelas menggambarkan bagaimana sosok figur pemimpin yang semula berjanji berjuang membela rakyat, namun belakangan ingkar janji, justru memihak kepentingan industrialisasi atau kelompok tertentu pemilik modal besar.

"Apa yang saya dirasakan, itu yang saya keluarkan, itulah seniman, saya tidak mau mengada-ada," paparnya.

Ia mengharapkan ke depan pemimpin Bali memperhatikan nasib seniman, apalagi sebagaimana didengungkan Puspayoga bahwa Bali tetap bisa lestari hidup terkenal di dunia karena memegang teguh tiga sendi utama masyarakat.

Ketiga sendi utama itu sambung Ray Peni adalah seni, adat dan budaya. Seniman menjadi bagian penting masyarakat Bali, hendaknya diperhatikan, diberi ruang untuk berekpresi sesuai panggilan jiwanya. (LHS)

Editor: Masuki
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarabali.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar