Denpasar (Antara Bali) - Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dijadwalkan membuka Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Golkar Bali yang digelar 23 Januari 2011.

Sekretaris DPD Partai Golkar Bali Sri Wigunawati saat dikonfirmasi ANTARA di Denpasar, Sabtu mengatakan, Aburizal Bakrie yang akrab dipanggil Ical, sudah dipastikan datang untuk membuka rapimda yang dihadiri Ketua DPD II Golkar se-Bali.

"Pak Ical akan membuka dan sekaligus memberi pengarahan pada rapimda tersebut. Ical, sesuai agenda sudah tiba di Pulau Dewata, Sabtu malam ini," katanya.

Ia menjelaskan, dalam rapat tersebut akan dibahas berbagai agenda, antara lain evaluasi program kerja yang telah dijalankan oleh pengurus setahun lalu dan membuat program kerja dalam satu tahun ke depan.

"Selain itu, rapat tersebut juga akan membahas strategi dalam menghadapi ajang politik lima tahun mendatang. Seperti Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali tahun 2013 dan Pemilu Legislatif dan Pilpres tahun 2014," ucapnya.

Ketua DPD Partai Golkar Bali Ketut Sudikerta mengatakan, selain mengevaluasi dan membuat program kerja, Rapimda juga dimaksudkan untuk memantapkan konsolidasi di internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Kami berharap dengan pertemuan ini soliditas partai ke depan dapat terjaga. Karena dalam kurun waktu lima tahun ke depan berbagai hajatan besar akan digelar," katanya.

Partai Golkar, kata Sudikerta, sedang mempersiapkan "grand desain" atau rancang bangun yang akan didorong pada Pilgub Bali tahun 2013.

"Kami mempersiapkan kriteria yang harus dilalui oleh para kandidat menuju pilgub 2013. Hal tersebut untuk menjaring kandidat terbaik dan diterima rakyat," kata lelaki asal Desa Pecatu, Kabupaten Badung itu.

Ia berharap, sedapat mungkin kader Partai Golkar di daerah ikut serta membesarkan partai melalui kegiatan yang sudah dirancang.

"Kami berharap agar kader di daerah dapat membangun wilayahnya masing-masing melalui program kerja fisik dan nonfisik yang sudah disiapkan oleh partai," katanya.

Ia menjelaskan, program fisik yang dimaksudkan adalah mendukung pembangunan Bali, seperti pembangunan lingkungan maupun tempat ibadah, seperti pura, masjid, vihara dan gereja.

"Selain itu sarana dan prasarana lain, seperti pembangunan jalan di daerah-daerah. Sedangkan pembangunan nonfisik adalah perekrutan kader dan pemberian asuransi sebagaimana dicanangkan oleh DPP Partai Golkar. Kami menargetkan 700 ribu asuransi bagi kader hingga 2015," kata Sudikerta.(*)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026