Tanah longsong disertai air cukup deras yang menerjang Dusun Jembong akibat hujan lebat yang terjadi hari Sabtu (11/12) malam, mengakibatkan jalan sepanjang 600 meter rusak berat, termasuk aliran listrik yang hingga sekarang belum diperbaiki.
Kondisi yang lebih memprihatinkan lagi, hancurnya pipa air bersih, sehingga masyarakat yang terkena dampak tidak mendapatkan air minum sebanyak 425 KK di Banjar Ambengan.
Kepala Desa Ambengan Made Putrawa dan Kepala Dusun Jembong Putu Sumada, sedikitnya 16 rumah ditinggal penghuninya dan tidak bisa ditempati, disamping karena mengalami kerusakan, juga sebagian terendam lumpur tanah.
Kepala Dusun Putu Sumada menambahkan, ribuan tanaman perkebunan milik warga, juga tumbang dan hanyut dibawa longsor, seperti tanaman cengkeh, kopi, coklat termasuk durian.
Warga masyarakatr Dusun Jembong hingga kini masih trauma akibat bencana alam tanah longsor yang mengejutkan masyarakat yang baru pertama terjadi pada pukul 20.00 malam.
Kini 68 KK atau 220 jiwa terpaksa dievakuasi ke dua tempat, yakni di SD Negeri 3 dan di rumah-rumah penduduk yang dianggap aman bencana alam.
Wakil Bupati Buleleng Made Arga Pynatih mengatakan, pihaknya telah mengadakan rapat dengan jajaran terkait untuk mendata kerusakan dan kerugian akibat bencana alam di daerahnya.
Sebab akibat hujan deras di Bali utara ini, selain tanah longsong di Dusun Jembong, juga terjadi di bebera titik, seperti di SMP Negeri 3 jebol. SD Sidatapa juga rusak dan senderan sungai jebol dan sejumlah rumah di kawasan Labuhanaji Temukus tergenang air.
Pihaknya tetap berupaya untuk memperbaiki sarana fisik akibat bencana alam itu, antara Dinas PU Kabupaten Buleleng telah melakukan penanganan terhadap tanah longsong pada kilometer 18 jurusan Singaraja- Denpasar.
Untuk membersihkan jalan yang tertutup lumpur tanah, batu di Dusun Jembong Desa Ambengan, pihaknya telah melakukan upaya dengan mendatangkan alat berat louder, kendati diakui keterbatasan peralatan yang dimiliki pemerintah, kata Arga Pynatih.
Sementara itu, Selasa (14/12), Pemkab Buleleng melalui Dinas Sosial, telah memberikan bantuan sembako kepada korban tanah longsor, seperti beras, super mei, sarden ,kecap, termasuk selimut.
Untuk mengantisipasi terjadinya penyakit sebagai akibat bencana, kata Arga pynatih, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, sehingga petugas Puskesmas selalu siap dilapangan.
Untuk perbaikan sarana fisik, akan mempergunakan pos anggaran bencana alam bantuan pusat.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.