Denpasar (ANTARA) - Kaisar Jepang Naruhito menganugerahkan bintang tanda jasa kepada Guru Besar Universitas Udayana (Unud) Bali, Prof I Gede Putu Wirawan atas kontribusinya membangun hubungan akademik dan ilmiah bidang pertanian antara Indonesia dan Jepang.

"Semoga penganugerahan bintang tanda jasa menjadi motivasi untuk terus memberikan sumbangsih terbaik bagi persahabatan Jepang dan Indonesia, termasuk Bali," kata Konsulat Jenderal Jepang Miyakawa Katsutoshi di Denpasar, Bali, Senin.

Miyakawa mewakili Pemerintah Jepang menyerahkan piagam dan mengalungkan bintang tanda jasa the Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon di Kantor Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar.

Piagam dengan nomor 16101 dengan dibubuhkan stempel negeri tersebut ditandatangani oleh Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan juga pejabat Direktorat Jenderal Biro Tanda Jasa Kantor Kabinet pada 3 November 2025.

Pihaknya menilai Prof Wirawan berkontribusi besar dalam pengembangan penelitian bioteknologi sekaligus mempererat hubungan akademik antara Indonesia dan Jepang.

Sementara itu, Guru Besar Unud Prof I Gede Putu Wirawan terharu menerima bintang tanda jasa dari Negeri Sakura itu.

Dalam sambutannya, ia menyebutkan bahwa sains dan teknologi memiliki peran fundamental menjawab tantangan global mulai bidang pertanian, kesehatan perubahan iklim, ketahanan energi hingga pembangunan berkelanjutan.

"Penghargaan ini bukan hanya kebanggaan pribadi tapi pengakuan atas eratnya kolaborasi yang telah terjalin antara ilmuwan, institusi dan sahabat di Jepang dan Indonesia," ucapnya.

Prof Wirawan selain sebagai guru besar di Unud, juga diangkat menjadi profesor tamu di Universitas Yamaguchi Jepang sejak 2018.

Sejak tahun 1999, Prof I Gede Putu Wirawan aktif melakukan penelitian kolaboratif dengan universitas dan perusahaan di Jepang.

Kiprahnya bergerak sesuai bidang keilmuan yaitu pertanian dengan konsentrasi genetik dan biologi molekuler.

Ia menjelaskan penelitiannya tidak hanya mengarah untuk produktivitas pertanian tertentu tapi juga menyiapkan dasar pertanian yaitu teknologi mikroba untuk penyuburan di lahan kering.

Selain itu, lanjut dia, teknologi mencegah tanah longsor dengan produk berupa matras Takino Filter yang dilahirkan bersama Universitas Yamaguchi dan salah satu perusahaan asal Jepang pada 2013-2016.

Teknologi mencegah erosi tanah itu bahkan sudah banyak diterapkan di proyek tol Trans Sumatera dan Tol Cikampek.

Diketahui, Prof. Wirawan merupakan satu dari total 104 warga negara asing yang mendapatkan anugerah tertinggi itu untuk periode musim gugur 2025.

Ia juga menjadi salah satu penggagas pendirian Pusat Studi Jepang Unud pada 1999 dan saat ini ia menjadi Kepala Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Sumber Daya Genetika dan Biologi Molekuler Unud.



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026