"Potensi bunga dan buah dapat dikembangkan secara maksimal sebagai modal dalam menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun internasional," kata Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata ketika memimpin apel peringatan HUT ke-245 Kota Gianyar di Lapangan Astina, Selasa.
Ia mengatakan, upaya tersebut diharapkan memberik dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat desa, sehingga terciptanya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Pemkab terus berupaya keras untuk memaksimalkan setiap potensi yang dimiliki Kabupaten Gianyar. Salah satunya dengan menggaungkan prospek cerah bidang pertanian dan perkebunan.
Sebab, selain bidang pariwisata yang memang menjadi andalan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten, bidang pertanian pun memiliki celah yang sama digenjot untuk memberi PAD bagi daerah.
"Sejauh ini, potensi perkebunan sudah berkembang di Gianyar utara," ujar Bupati Gde Agung Bharata.
"Kami terus berupaya meningkatkan pendapatan masyarakat, agar lepas dari kemiskinan. Memang harus diakui, kemiskinan tidak mudah untuk dihilangkan sepenuhnya di setiap daerah. Namun, setidaknya, upaya ini dapat menekan angka tuna wisma," jelas Bupati Gde Agung Bharata.
Salah satu potensi, kata Agung Bharata, yakni buah jeruk Selayar dan jeruk Siam kini sedang dikembangkan untuk menjadi produk andalan Kabupaten Gianyar.
Penelitian sedang dilakukan untuk menemukan ciri khas yang akan menjadi cikal bakal identitas buah Kabupaten Gianyar nantinya.
Sementara, Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutan tertulis yang dibacakan Inspektur Upacara Anak Agung Bharata menyampaikan, Kabupaten Gianyar sebagai pariwisata historis, hendaknya dijadikan peringatan mengenang sejarah kelahiran kota, menjadi penguat ikatan emosional masyarakat Gianyar.
"Filosofi hidup menyame braya harus tetap menjadi landasan masyarakat. Jati diri masyarakat tak boleh luntur, kendati didera invasi budaya modern," ujar Gubernur Pastika.
Demikian pula keberadaan lembaga tradisional, seperti desa pakraman, subak, banjar adat, dan sekaa teruna harus terus diberdayakan. Partisipasinya dalam pembangunan sangat vital sebagai kerangka efektivitas program di satu sisi, dan pelestarian budaya di sisi lainnya.
"Identitas sosio-kultural Kabupaten Gianyar akan mewujudkan Bali metaksu," katanya.
Pelaksanaan apel ditutup dengan pementasan Lagu Pucuk dan Hymne Gianyar yang dibawakan oleh Paduan Suara Bahana Gita Praja, Display Marching band Gema Genta Gianyar, Marching band SMA 1 Payangan dan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba dan kegiatan serangkian HUT.
Para pemenang tersebut, diantaranya SMPN 1 Gianyar juara I LKBB Tk SMP, SMAN 1 Gianyar juara I LKBB Tk SMA/SMK, Lomba Penjor Merah Putih dimenangkan Badan Kesbangpolinmas (antar instansi), Desa Pakraman Taman Kaja (antar Desa Pakraman).
Lomba mengukir buah tingkat SMA/SMK diraih SMKN 2 Sukawati, lomba kebersihan dan keindahan lingkungan direbut Sekretariat DPRD (antar kantor), Desa Batubulan (antardesa/kelurahan), dan Pasar Umum Ubud (antar pasar umum), dan juga pelbagai jenis lomba lainnya.
Usai upacara dilaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kertha Kertya Mandala. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Putu Artayasa: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.