Gianyar, Bali (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Gianyar menampilkan pawai budaya dibawakan para seniman dan pegiat seni dari tujuh kecamatan sebagai bagian dari puncak peringatan HUT Ke-255 Kota Gianyar.
“Ini sejatinya merupakan pengejawantahan dari ajaran luhur Trisakti Bung Karno yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” kata Bupati Gianyar I Made Mahayastra di Alun Alun Kota Gianyar, Jumat.
Duta dari Kecamatan Payangan membuka pawai budaya itu melalui garapan Buana Purnaning Jiwa yang bermakna penyempurnaan jiwa dalam pemuliaan alam.
Selanjutnya, seniman dari Kecamatan Sukawati menampilkan garapan tematik Dukuh Pengubengan yang terinspirasi dari cerita rakyat tentang perang di Banjar Negari, Desa Singapadu Tengah.
Wakil dari Kecamatan Tampaksiring menghadirkan penampilan bertajuk Sastra Winaya Tirtha yang dimaknai sebagai tuntunan suci yang mengalir laksana air, menyucikan raga dan menuntun jiwa menuju kemuliaan.
Duta Kecamatan Tegallalang menampilkan garapan bertajuk Atma Kerti Ning Tegallalang yang mengisahkan krisis spiritual dan ekologi yang melanda Desa Tegallalang.
Duta Kecamatan Ubud mengangkat perjalanan tokoh spiritual Rsi Markandeya dan seniman Kecamatan Blahbatuh dengan garapan Bebed Poleng yang berkaitan dengan Maha Patih Gajah Mada.
Penampilan seniman dari Kecamatan Gianyar menjadi peserta pawai terakhir dengan karya bertajuk Sudhamala yang bermakna penyucian atau pelepasan dari segala dosa.
Penampilan budaya kemudian dilanjutkan dengan pawai ogoh-ogoh karya anak muda dari tujuh kecamatan se-Kabupaten Gianyar.
Ia mengungkapkan partisipasi para pegiat seni serta parade ogoh-ogoh terbaik adalah cerminan dari daya cipta, rasa, dan karsa masyarakat setempat yang tidak pernah padam.
“Saya mengajak masyarakat Gianyar terus memperkuat persatuan, menjaga semangat gotong royong, meningkatkan kualitas kreativitas, serta tidak henti-hentinya menjaga kelestarian lingkungan,” ucapnya.
Pawai budaya itu disaksikan Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, bupati/wali kota se-Bali, Prananda Prabowo serta ditonton oleh masyarakat setempat.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026