"Semua tim akan mati-matian bertandung agar tidak terdegradasi ke Divisi I," kata Ketua Bidang Kompetisi dan Pertandingan PB PBVSI Hanny S Surkatty saat jumpa pers di Denpasar, Sabtu.
Dia mengatakan, tim yang nantinya menempati ranking 7 dan 8 otomatis akan tersingkir dari divsi utama dan melorot ke divisi I.
Kekuatan delapan tim putra dan delapan tim putri yang akan berlaga pada kejuaraan nasional bola voli amatir tertinggi di tanah air, sulit diprediksi mana tim yang menonjol, karena rata-rata memiliki kemampuan hampir seimbang.
"Kekuatan semua tim yang tampil di Bali ini merata, sehingga sulit memperkirakan tim mana yang akan menjadi juara," ujarnya.
Hadir juga dalam jumpa pers yang dipimpin Ketua Harian Pengprov PBVSI Bali Nyoman Sukanada, yakni Manager Tim Tirta Dewata (PDAM Badung) AA Kusimantara dan manager tim Samator sebagai juara bertahan I Barsha.
Menjelang pertandingan, baik tim Bali diwakili Tirta Dewata maupun Samator sama-sama merendah dan saling memuji kekuatan lawan.
"Kami tidak punya target muluk-muluk yang penting bisa mempertahankan posisi di empat besar," kata Barsha.
Hal sama disampaikan tim Tirta Badung yang menargetkan bisa tembus ke peringkat ketiga. "Terus terang kami memiliki beban moral cukup tinggi selain lawan-lawan cukup berat juga harus bisa menampilkan permainan maksimal sebagai tuan rumah untuk menembus juara III," ujarnya.
Sayangnya dalam kegiatan yang diperkirakan menelan dana hingga Rp500 juta yang akan berlangsung di GOR Purna Krida, Denpasar itu, kurang sempurna menyusul mundurnya tim putri yang seharusnya promosi ke divisi utama yakni Bahana Bina Pakuan Bandung.
"Mereka menyampaikan ada kendala teknis sehingga tidak bisa mengikuti kejurnas. Ya kita tunggu saja sampai 'technical meeting' nanti. Kalau tidak hadir, ya sesuai aturan akan dikenai sanksi dua tahun tidak boleh ikut turnamen," ujar Hanny.
Adapun tim-tim yang berlaga di kerjunas bola voli pertama di Bali ini untuk bagian putra yakni Samator (Surabaya), Bantul Yuso Gunadarma (DIY), P2B Sananta (Jakarta), Bank Sumsel Babel (Sumsel), PLN (Jakarta), Indomaret (Suidoarjo), Berlian (Semarang) dan PDAM Badung (Bali).
Untuk tim putri berasal dari Mabes TNI (Jakarta), Bank Jatim (Surabaya), Popsivo (Jakarta), PLN ()Jakarta), Tectona (Bandung), TNI AU (Jakarta), SKR Sigap (Jakarta) dan Bantul Yuso GUnadarma (DIY).
Terkait pertandingan yang akan digelar mulai 12-19 Desember, lebih dulu dilaksanakan tecnical meeting dilanjutkan "welcome party" di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung di Mangupura. (*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026