Negara (Antara Bali) - I Gede Made Kartikajaya menjadi calon bupati terkaya dalam Pilkada Jembrana, Bali, sedangkan I Gede Ngurah Patriana Krisna menjadi calon bupati yang kekayaannya paling sedikit.

Kekayaan dua calon bupati ini diketahui dari pengumuman harta kekayaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disebarkan KPU Jembrana kepada pers, Kamis.

Berdasarkan pengumuman itu, Kartikajaya memiliki kekayaan Rp7.018.624.436,- sedangkan Patriana hanya Rp247.755.300,-.

Kekayaan terbesar Kartikajaya berasal dari peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan dan usaha lainnya sebesar Rp2.580.000.000,-.

Sementara calon bupati lainnya, I Wayan Dendra memiliki kekayaan Rp4.695.000.000,- dan I Putu Artha Rp972.745.210,-.

Sedangkan untuk calon wakil bupati, I Made Kembang Hartawan menjadi yang terkaya dengan jumlah Rp4.739.287.244,-.

Harta kekayaan terbesar pasangan I Putu Artha ini berasal dari alat transportasi dan mesin lainnya sebesar Rp3.962.000.000,-.

Calon wakil bupati termiskin dipegang oleh pasangan I Wayan Dendra, I Ketut Sumantra dengan kekayaan Rp436.174.678,-.

Calon wakil bupati lainnya, yaitu I Ketut Subanda (pasangan Patriana Krisna) kekayaannya mencapai Rp4.055.949.732,- dan I Gusti Ngurah Cipta Negara (pasangan Kartikajaya) Rp1.281.792.241,-.

Usai memberikan fotokopy pengumuman kekayaan calon bupati dan wakil bupati tersebut, Ketua KPU Jembrana, Putu Wahyu Diantara juga mengungkapkan, akan ada audit untuk dana kampanye.

Menurut Wahyu, pihaknya sudah menyiapkan akuntan publik untuk mengaudit asal usul dana kampanye beserta penggunaannya.

"Audit akan dilakukan kontinyu mulai awal kampanye hingga akhir masa kampanye," kata Wahyu. 

Dalam kesempatan ini, dia juga mengatakan, KPU terpaksa mengundur jadwal debat kandidat.

Debat yang akan ditayangkan langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta di Bali ini diundur dari tanggal 11 Desember ke tanggal 15 Desember.

"Kita undur karena menyesuaikan dengan jadwal lowong tayangan televisi itu," kata Wahyu.

Debat ini juga tidak akan dilakukan di Kabupaten Jembrana, tapi di aula televisi lokal itu di Denpasar. (*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026