Dalam sidak yang dipimpin Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra tersebut, ratusan penduduk pendatang (duktang) terjaring karena tidak dilengkapi dengan identitas dan tidak melaporkan diri sebagai penduduk pendatang.
Wabup Sutjidra mengungkapkan sidak sebagai tindaklanjut rapat yang diselenggarakan pada (19/1) terkait antisipasi terorisme di daerah itu.
Dikatakan pihaknya mengakui masih banyak ditemukan ketidakpatuhan dari penduduk pendatang terutama di daerah Seririt, Sukasada, dan daerah kota.
"Kami akan tindaklanjuti untuk menertibkan penduduk pendatang yang datang ke Buleleng dengan maksud-maksud tertentu," ungkap Sutjidra.
Wabup Sutjidra juga menambahkan banyak dari penduduk pendatang ini merupakan pekerja di proyek-proyek yang ada di wilayah Kabupaten Buleleng tidak dibawa oleh kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. "Kami sedang proses kontraktor yang membawa para pekerja dari luar Buleleng yang tidak melaporkan para pekerjanya," tandasnya.
Sementara itu, dalam sidak serentak di sembilan kecamatan itu Wabup Sutjidra didampingi unsur Kepolisian Polsek Kota Singaraja menyambangi Jalan Jalak Putih, Kelurahan Banyuasri.
Selanjutnya Wabup Sutjidra menuju Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng dimana di dua wilayah itu Wabup Sutjidra mengajak masyarakat untuk melengkapi diri dengan identitas yang jelas dan segera melaporkan diri. Wabup Sutjidra juga sempat melakukan sidak di wilayah Tegallinggah dan Seririt. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Made Bagus Andi Purnomo: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.