Dalam pertemuan dengan pengelola SPBU di Kaliakah dan Banyubiru itu, Kapolsek Negara AKP Erwin Pratomo menganggap lancar tidaknya pasokan BBM sangat berpengaruh terhadap situasi Kota Negara, Kabupaten Jembrana.
"Sebelum masyarakat resah dan melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, mulai sekarang kita harus carikan formulasi antisipasinya," kata Erwin.
Pertemuan ini akhirnya menyepakati beberapa hal, seperti pihak SPBU harus melapor ke polsek jika distribusi BBM datang.
Selain itu, pelayanan terhadap konsumen yang datang dengan membawa jerigen harus dilakukan dua jam setelah pasokan datang.
"Pelayanan harus diutamakan untuk konsumen yang membawa kendaraan bermotor. Hal ini penting ditekankan, karena selama ini sering yang bawa jerigen didahulukan dibanding yang bawa kendaraan," ujar Erwin.
Menurutnya, penetapan pola pelayanan ini penting dilakukan agar tidak terjadi kisruh di lapangan.
Selain belakangan mendapatkan pelayanan, konsumen dengan jerigen juga dibatasi pembeliannya maksimal dua jerigen.
Erwin juga menegaskan, pihaknya akan menjaga keamanan SPBU di wilayahnya mengingat aksi perampokan yang mulai menyasar ke jenis usaha tersebut.
Pengelola SPBU sendiri menyambut positif inisiatif dari Polsek Negara ini.
"Kami sepakat dengan pola pendistribusian dari SPBU kepada konsumen," kata pengelola SPBU Banyubiru, Agus Panacitra.
Agus mengakui, pasokan BBM bersubsidi ke Kabupaten Jembrana memang dikurangi.
"Program dari pemerintah mulai tahun 2011, konsumen diharapkan memakai pertamax," ujarnya.
Sedangkan Kadis Perindagkop Jembrana Gede Putu Sugiana saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak atas pengurangan pasokan BBM tersebut.
"Itu wewenang sepenuhnya dari Pertamina," katanya.
Namun Sugiasa menyayangkan pihak Pertamina yang tidak melibatkan Pemkab Jembrana saat membahas pengurangan jatah BBM dengan SPBU.
"Karena tidak dilibatkan kami tidak bisa bicara banyak. Yang bisa kami lakukan sekarang hanya mengawasi agar SPBU tidak melayani pembeli yang menggunakan jerigen," ujarnya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.