Dari hasil kunjungan itu, Gubernur Pastika tidak menemukan masalah terkait bantuan bedah rumah yang diberikannya.
Kondisi ini diakui langsung oleh I Wayan Tensi, warga Desa Pidpid yang semula ikut ke DPRD Karangasem dengan diantar oleh LSM Api Semar, Nyoman Pasek.
Dihadapan Gubernur Made Mangku Pastika, Rabu, Tensi mengatakan, bantuan bedah rumah yang digelontor program Bali Mandara tidak bermasalah. Dia justru mengaku sangat senang dan terbantu oleh program tersebut.
Dengan polos, petani tersebut mengaku tidak tahu-menahu tujuannya ke DPRD Karangasem saat itu.
"Saya tidak tahu tujuan, hanya saat itu diajak oleh Nengah Bodo (warga yang juga menerima bantuan)," katanya.
Selain melihat rumah Tensi yang jaraknya sekitar 1,5 km dari jalan umum, Gubernur Mangku Pastika juga melihat rumah Nengah Bodo. Kondisi rumah Bodo juga tidak bermasalah seperti yang disampaikan ke DPRD Karangasem.
Belum puas melihat kondisi dua rumah, Gubernur juga melihat bantuan rumah milik warga lainnya. Hasilnya juga tidak ada bermasalah. Kalaupun ada yang sempat bermasalah, namun semua sudah diganti oleh pemborongnya karena bantuan bedah rumah yang dikerjakan oleh PT. Undagi Jaya Mandiri ini masih tahap pemeliharaan.
Pelaksana proyek PT. Undagi Jaya Mandi I Made Madya mengakui jika bantuan bedah rumah tersebut masih tahap pemeliharaan.
"Kalau tidak sesuai besteknya, pengawas tidak akan mau menandatangi berita acara," katanya.
Kata dia, karena kini masih dalam tahap pemeliharaan, kerusakan apapun yang terjadi baik kebocoran maupun tembok retak masih menjadi tanggungjawabnya.
"Jika ada kerusakan, silahkan lapor ke Perbekel, pasti akan kami perbaiki," jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika nampak sangat berang karena kenyataannya bantuan bedah rumah tidak bermasalah. Gubernur bahkan sempat meminta dipertemukan dengan keenam warga yang protes serta pengantarnya ke DPRD Karangasem.
Kata Gubernur , dari 100 jatah bedah rumah untuk Karangasem, 50 unit sudah diarahkan ke Desa Pidpid karena selama ini, sekitar 85 persen warga Pidpid masih miskin.
"Dalam anggaran perubahan tahun 2010, Karangasem kembali dijatah bedah rumah 106 unit," katanya.
Menurutnya dengan adanya bantuan rumah beratap asbes, berlantai semen lengkap dengan WC nya, sedikit demi sedikit indikator kemiskinan sudah berhasil diturunkan.
"Apalagi dengan adanya program lain seperti Simantri, sekarang masyarakat tinggal memperbaiki penghasilannya saja," urainya.
Ia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Karangasem, hal ini dilakukan untuk mengetahui siapa yang berhak mendapatkan bantuan bedah rumah itu.
"Koordinasi terus kami lakukan, jangan sampai program yang bagus justru tidak menyentuh kepentingan masyarakat," ujarnya.
Kunjungan Gubernur Bali selain diikuti jajaran Pemprov Bali juga diikuti anggota DPRD Karangasem Dapil Karangasem Ni Made Sumiati, Ketua DPRD Karangasem Gede Dana, Camat Abang IB Suastika.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026