Denpasar (Antara Bali) - Realisasi ekspor aneka barang industri kecil dan kerajinan, hasil pertanian, perkebunan maupun perikanan Bali ke Amerika Serikat selama delapan bulan periode Januari--Agustus 2015 mencapai 81,3 juta dolar AS.

"Perolehan devisa itu naik 9,66 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2014 hanya 74,1 juta dolar," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Made Suastika di Denpasar Selasa.

Walau pertumbuhan perekonomian negeri adidaya itu diperkirakan kurang kondusif, karena pemulihan ekonomi lamban, tetapi konsumen Amerika Serikat masih merupakan pembeli terbesar aneka barang kerajinan masyarakat Bali.

Importir asal negeri Paman Sam tersebut umumnya membeli aneka kerajinan berupa patung kayu jenis kontemporer yang banyak diminati masyarakat setempat, karena harga terjangkau dan kualitas yang disuguhkan setimpal.

Pakaian jadi juga banyak dikapalkan ke negeri itu, disamping hasil perkebunan berupa Vanili, sebagai bahan baku makanan ringan, serta ikan jenis tuna segar maupun yang sudah dibekukan, memperbesar perolehan devisa dari AS.

Peranan konsumen AS dalam membeli aneka barang kerajinan dan berbagai jenis matadagangan nonmigas Bali, merupakan yang tertinggi dari hasil perdagangan luar negeri periode delapan bulan I-2015, ujar Made Suastika.

Pembeli aneka barang kerajinan bernilai seni buatan masyarakat Bali setelah AS adalah konsumen asal Australia yang berada di peringkat kedua dengan membeli seluruhnya seharga 35,2 juta dolar selama Januari-Agustus 2015.

Mata dagangan yang dibeli importir negeri Kanguru tersebut cukup berkenan di hati masyarakat negeri itu, terbukti perolehan devisanya bertambah hingga 25,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama 2014 yang hanya seharga 28,1 juta dolar.

Jepang yang banyak membeli hasil perikanan Bali disamping aneka kerajinan buatan seniman Pulau Dewata ada diurutan ke tiga dengan membeli seharga 27,1 juta dolar selama periode Januari-Agustus 2015, melorot 35 persen dari periode yang sama 2014 mencapai 42,5 juta dolar.

Sementara konsumen Italia yang terkenal menginginkan aneka barang seni jenis antik berada diurutan empat dengan mengeluarkan devisa 17,2 juta dolar untuk membeli aneka ragam barang aksesori buatan masyarakat Pulau Dewata.

Aneka barang kerajinan bernilai seni buatan masyarakat Bali laku keras di pasaran ekspor, karena para importir akan menjual kembali setelah tiba di negaranya, seperti di AS, Jepang, Singapura, Hongkong dan sejumlah negara lainnya. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026