Seorang penggagas Asian Journey, Dr Heru Prakosa SJ di Kuta, Senin mengatakan konferensi itu menghadirkan 55 perwakilan dari delapan negara, 16 pembicara, dan 30 orang dari Indonesia. Perwakilan Asia, antara lain dari India, Singapura, Pakistan, Australia, dan Filipina.
Ia mengatakan Asian Journey adalah forum dan jaringan antarpegiat dan pemerhati "interreligious encounter" atau perjumpaan antar-iman. Khususnya dari kalangan Kristiani dan Muslim dalam skala dan lingkup Asia.
Melalui forum tersebut diharapkan terbangun kerja sama luas dalam menyikapi keprihatinan yang muncul dalam area hubungan antar-umat beriman. Banjir pengungsi dari Timur Tengah, penderitaan kaum minoritas Rohingya di Myanmar adalah contoh tantangan itu. Asian Journey berupaya menumbuhkan semangat menghadapi dan mengatasi tantangan itu bersama-sama.
Keterlibatan kaum awam dari berbagai latar belakang (para profesional, aktifis, akademisi) aktif mewarnai tumbuh-kembangnya gerakan ini.
Herus Prakoso menambahkan melalui pertemuan itu diharapkan dapat memetakan, antara lain upaya-upaya dan karya-karya di "interreligious encounter".
"Ke depan pertemuan Asian Journey akan terus didorong agar dapat berjalan lagi secara reguler dan berkala di lingkup Asia," ucapnya.(APP)
Pewarta: Pewarta : I Komang SupartaEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026