Denpasar (Antara Bali) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Dewi Setyowati mengharapkan perbankan memberikan bantuan permodalan kepada perajin tenun melalui program kemitraan dan bina lingkungan serta kredit usaha rakyat.

"Kalangan perbankan saya harapkan dapat memberikan bantuan teknis serta permodalan melalui PKBL dan KUR kepada UMKM perajin tenun sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para perajin tenun di Bali," kata Dewi Setyowati saat menyampaikan sambutan pada pembukaan pameran hasil lomba tenun dan eksebisi tenun Bali di Kantor BI Perwakilan Bali di Denpasar, Senin.

Menurut dia, lewat lomba tenun yang dilaksanakan itu sebagai upaya untuk memicu kreativitas dan inovasi dari perajin tenun untuk ikut serta melahirkan dan melestarikan kembali kain tenun Bali.

"Kain tenun khas Bali merupakan komoditas yang mendukung kebutuhan cinderamata wisatawan domestik dan asing sehingga kami berkeinginan untuk turut serta melestarikan dan meningkatkan kualitas tenun khas Bali," ujarnya.

Hasil lomba tenun tersebut, lanjut Dewi, akan dihibahkan kepada Provinsi Bali sehingga menjadi aset Provinsi Bali yang dapat digunakan dalam berbagai pameran baik di level nasional maupun internasional, walaupun secara fisik akan tersimpan di Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali.

"Kami juga mengharapkan agar para perajin tenun khas Bali dapat dilengkapi dengan piranti sehingga dapat melakukan transaksi dengan alat pembayaran menggunakan kartu, mengingat harga kain cukup mahal dan tidak efisien apabila pembayaran dilakukan secara tunai," ujarnya.

Di samping itu, Dewi mengajak jajaran Pemprov Bali, dan pemerintah kabupaten/kota, serta pihak terkait lainnya dapat bekerja sama untuk menyelenggarakan lomba aneka tenun khas Bali setiap tahun sehingga dapat terus memotivasi dan meningkatkan kualitas tenun khas Bali.

Lomba tenun yang digelar BI Perwakilan Bali tersebut telah dimulai sejak April 2015 dengan total peserta sebanyak 48 orang yang berasal dari Kabupaten Gianyar, Karangasem, Buleleng, dan Klungkung. Pada 11 September lalu, juri profesional telah melakukan seleksi awal dan dari 48 kain yang dilombakan telah terpilih 15 kain terbaik.

Pada kesempatan lomba itu juga dirangkaikan dengan eksebisi dengan menampilkan kain songket khas Kabupaten Jembrana, Gianyar dan Klungkung serta kain tenun tapih, agal, keling dan cepik yang kini sangat jarang diproduksi.

Lomba tersebut juga dihadiri oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, dan undangan dari kalangan perbankan di Pulau Dewata. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati
Editor : I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026