Staf Khusus Bidang Pemuda Menpora, Zainul Munasichin di Jakarta, Sabtu mengatakan, 15 orang finalis yang akan dibawa ke Jakarta itu merupakan hasil penilaian yang dilakukan oleh tim di daerah penempatan masing-masing peserta PSP3.
"Lima belas peserta yang masuk final akan melakukan presentasi sehingga akan terlihat penilaian secara keseluruhan. Disitulah penilaian akhir akan dilakukan," katanya.
Finalis yang siap dibawa ke Jakarta berasal dari 15 provinsi. Adapun penilaiannya sendiri dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari kalangan akademisi, wartawan dan internal Kemenpora.
Lima belas provinsi yang memiliki wakilnya di final antara lain Bengkulu, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jambi, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur dan Maluku Utara.
"Persaingan di babak final kami prediksi akan ketat. Apalagi separuh peserta dalam penilaian sebelum tahap akhir memiliki skor yang sama. Jadi akan kompetitif," kata Zainul menambahkan.
Sementara itu, Kabid Pendampingan pada Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Sofwan menambahkan, penilaian peserta yang masuk final berdasarkan penilaian beberapa aspek yang telah ditetapkan dewan juri.
"Aspek jati diri atau integritas, capaian hasil kegiatan, penguatan kelembagaan, keberlanjutan dan yang utama adalah kemandirian dalam arti melakukan pengembangan usaha dengan mengerahkan entrepreneurship. Itu yang dinilai," katanya.
Pada babak final Program Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan, pihak Kemenpora akan memberikan apresiasi khusus bagi yang terbaik berupa uang tunai maupun piala. Sesuai dengan rencana hadiah akan diberikan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang.
"Juara mendapatkan hadiah Rp32juta, runner up mendapat Rp22,5 juta dan peringkat ke tiga memperoleh 16 juta. 12 peserta yang masuk final juga mendapat hadiah masing-masing Rp10 juta," kata Sofwan menambahkan. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Bayu Kuncahyo: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026