Denpasar (Antara Bali) - Jepit bunga kamboja imitasi jenis barang kerajinanan yang dibuat anak-anak perajin di Bali mulai memasuki pasar luar negeri terutama ke China, Jepang, Perancis, Italia dan Australia.
Barang kerajinan yang konsumennya kaum wanita itu dibuat dari spon dan merupakan barang jenis baru yang diproduksi di Bali, tutur Dewa Nyoman Mawa, seorang perajin di pusat kerajinan Tampaksiring, Gianyar, Jumat.
Karena termasuk produk baru yang memasuki pasar ekspor, volume pengirimannya saat ini masih sedikit. Tetapi anak-anak muda dari wisatawan dalam negeri juga memiliki minat yang tinggi untuk membelinya.
Menurut Nyoman Mawa, permintaan dari dalam negeri juga lumayan ramai, yakni setiap hari rata-rata membeli 50 pcs dengan harga antara Rp3.000 - Rp10.000 per pcs.
Anak-anak mampu membuat bunga kamboja tiruan dari spon tipis dan ringan dengan beraneka warna, sehingga terlihat menarik dan indah. "Persis seperti bunga asli, sehingga mempu menarik minat turis asing untuk membelinya," ujarnya.
Ia yang memiliki sekitar sepuluh perajin, sebelumnya membuat jepit bunga imitasi dari bahan baku kayu dan plastik, namun hasilnya tidak semenarik sekarang.
Bunga imitasi dari spon itu terlihat seperti bunga asli. Begitu beredar di pasaran langsung mendapat respon positif dari konsumen, khususnya wanita, baik wisatawan dalam maupun luar negeri.
Ekspor hasil kerajinan itu baru sekitar 500 pcs per bulan. Produksinya banyak yang dibeli oleh pengepul, setelah terkumpul banyak baru dikapalkan ke negara konsumen, tutur Mawa sambil merapikan barang seninya.(*)
