Semarapura (Antara Bali) - Dewan Kwartil Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Klungkung, Bali peduli anak cacat, kepedulian itu dilakukan dengan menggelar lomba makan krupuk serta menyerahkan sembako di Panti Asuhan Semarapura.
"Kami mengajak penghuni panti sebanyak 90 orang untuk bermain bersama, salah satunya dengan menggelar lomba makan krupuk," kata Gede Erwin, salah satu panitia pelaksana dari Dewan Kwartil Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Klungkung, Jumat.
Selain mengajak bermain, kata Erwin, pihaknya juga menyerahkan sembako serta keperluan lainya seperti sikat gigi, pasta gigi dan alat tulis. "Kami bernyanyi bersama sambil menyerahkan sembako," jelasnya.
Ia mengatakan, kegiatan itu dilakukan dalam rangka hari ulang tahun (HUT) Gerakan Pramuka. "Kegiatan itu merupakan kegiatan rutin yang sudah dilakukan sejak tahun lalu," katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan itu juga sebagai wujud kepedulian mereka sesama anak bangsa. Pihaknya berharap dengan kedatangan anak anak pramuka itu bisa sedikit meringankan beban mereka.
Sementara itu, Ketua Panti Asuhan Semarapura, Ni Made Gunasih mengatakan kalau panti tersebut didirikan tahun 1985 silam. "Sekarang ini di panti tersebut dihuni 91 anak binaan, mereka ini terdiri dari 60 putra dan 31 putri," ujarnya.
Mereka yang ditampung di panti ini rata rata sejak usia enam tahun hingga tamat SMA. "Anak anak panti sehari- harinya mengikuti kegiatan belajar mengajar selain kegiatan ketrampilan lainnya," ujarnya.
Panti itu diakui Gunasih mendapat bantuan dana setiap tahunnya dari berbagai donator serta bantuan rutin dari Dinas Sosial Kabupaten Klungkung. "Bantuan rutin itu turun mulai tahun 2007 berupa uang sebesar Rp 6 juta, tahun 2008 sebesar Rp 15 juta dan tahun 2009 berupa sembako peralatan sekolah serta tahun 2010 bantuan berupa uang sebesar Rp 30 juta,"katanya.
Selain itu, kata Gunasih panti ini juga mendapat suntikan dana dari Yayasan Darmais Jakarta sebesar Rp 15 ribu untuk 30 anak setiap harinya. "Selain itu beberapa donator dan perusahan juga sempat memberikan sumbangan di antaranya BRI Kabupaten Klungkung sebesar Rp 250 ribu, PLN Pusat sebesar Rp 3 juta," jelasnya.
Bahkan, ujar Gunasih, BPD Bali beberapa kali juga sempat memberikan bantuan pada tahun 2007 sebesar Rp 4 juta, tahun 2008 sebesar Rp 10 juta dan tahun 2010 sebesar Rp 15 juta.
Semua dana yang terkumpul, jelas Gunasih, dipergunakan untuk oprasional panti yang setiap bulannya menghabiskan dana Rp 12 juta.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.