"Ombak di pantai Sedayu ini sangat ganas, tetapi mengapa Pemerintah Kabupaten Klungkung tak memasang papan peringatan?," kata mantan Ketua Adat Desa Sedayu, Kecamatan Klungkung, I Nyoman Sadra di Klungkung, Senin.
Terkait ganasnya ombak itu, kata Sadra selain merenggut nyawa istri mantan Bupati Gianyar, Nani Mirna Bharata dan mencelakai Agung Bharata, beberapa bulan lalu warga setempat juga sempat diseret ombak. Beruntung korban bisa diselamatkan.
Ia mengakui, saat ini banyak warga, termasuk wisatawan asing yang berkunjung ke pantai itu tidak mengetahui keganasan ombak di Pantai Sedayu. Ombak itu sering kelihatan tenang, padahal sewaktu-waktu bisa mengganas.
Karena ia berharap Pemerintah Kabupaten Klungkung segera memasang papan peringatan di sekitar pantai tersebut. Dengan adanya papan peringatan, maka pengunjung pantai itu bisa lebih waspada akan datangnya bahaya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Klungkung I Nengah Wijana mengakui selama ini memang tidak pernah memasang papan peringatan di sepanjang pantai di wilayahnya, termasuk di Pantai Sedayu.
Untuk itu, pihaknya akan mengusulkan agar segara dibangun beberapa papan peringatan untuk warga di seluruh pantai di Klungkung.
Ia mengatakan soal dana pihaknya akan mengusulkan ke APBD anggaran perubahan tahun 2010.
Ketika ditanya soal keberadaan Balawista di wilayah itu, Wijana mengakui pengaman pantai itu tidak efektif keberadaannya. Karena itu, pihaknya akan menata kembali organisasi itu agar berjalan efektif untuk melindungi warga dan wisatawn.
Ia mengaku akan segera melakukan perekrutan tenaga Balawista termasuk pelatihan-pelatihan, sehingga mereka lebih profesional dalam menjalankan tugasnya.
Untuk itu, warga Klungkung diharap bersabar karena Pemerintah Kabupaten Klungkung telah bekerja untuk memenuhi harapan warga termasuk pengunjung pantai di Kabupaten Klungkung.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.