Gianyar, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gianyar bersama BPJS Ketenagakerjaan Bali menyerahkan santunan jaminan sosial tenaga kerja sebesar Rp42 juta kepada ahli waris mendiang sulinggih (Rohaniawan Hindu) yang juga mantan Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata.

“Ini merupakan kehadiran negara melalui pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja, termasuk para sulinggih,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar I Gede Suardana Putra di Gianyar, Bali, Jumat.

Pemkab Gianyar telah mengalokasikan anggaran melalui APBD 2026 untuk memberikan perlindungan ketenagakerjaan kepada para sulinggih. Saat ini sebanyak 372 sulinggih di Gianyar telah didaftarkan sebagai peserta.

“Program ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan jaminan perlindungan sosial kepada para sulinggih yang selama ini mengabdikan diri kepada masyarakat.

Tahun 2026, pihaknya juga melanjutkan perlindungan sosial kepada para pekerja rentan yang kini mencapai sebanyak 1.459 orang.

Perlindungan itu diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada para pekerja rentan, sulinggih dan keluarganya apabila terjadi risiko.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bali Cabang Gianyar Vemina mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Gianyar yang telah memberikan perhatian untuk memberi perlindungan jaminan sosial kepada para sulinggih.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan sangat penting dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Adapun santunan kepada rohaniawan Hindu tersebut diserahkan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Gianyar I Ketut Pasek Lanang Sadia dan diterima oleh ahli waris Anak Agung Gde Agung Bharata, yaitu Anak Agung Gde Mayun yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Gianyar.

Adapun mendiang Anak Agung Gde Agung Bharata adalah Bupati Gianyar periode 2003-2008 dan 2013-2018.

Setelah pensiun sebagai bupati, ia kemudian mengabdikan diri dengan melalui prosesi upacara keagamaan (diksa) untuk menjadi sulinggih dengan gelar Ida Bhagawan Blebar.

Mendiang akan diaben (dikremasi sesuai adat dan Agama Hindu) pada 7 Maret 2026 setelah meninggal dunia karena sakit pada Sabtu (21/2).



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026