Nusa Dua (Antara Bali) - Tim Kesenian Sanggar Borneo Khatulistiwa dari anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta mementaskan sejumlah tarian budaya di ajang Nusa Dua Fiesta (NDF) 2014.
Koreografer Sanggar Borneo Khatulistiwa Ir Haduji di Nusa Dua, Bali, Sabtu malam mengatakan dalam pementasan kesenian tersebut melibatkan sedikitnya 20 seniman, antara lain 15 penari dan lima pemain gamelan atau musik.
"Kali ini mementaskan tiga tarian utama, yakni tari Boren, Engang dan tari Gawai," kata Haduji yang juga pegawai anjungan Kalimantan Barat di TMII Jakarta.
Ia menuturkan tarian Boren adalah sebuah tarian yang menceritakan ritual pengobatan bagi masyarakat Suku Dayak.
"Tarian ini telah menjadi tradisi ritual secara turun-temurun dari nenek moyang kita. Bahkan tarian ini dalam setiap kesempatan dalam hajatan budaya dipastikan dipentaskan," ucapnya.
Sedangkan tari Engang, kata dia, adalah sebuah tari tradisi yang menggambarkan keindahan burung Engang yang hidup di Kalimantan. Oleh karena itu tariannya sangat dinamis dan dipadukan dengan tetabuhan gamelan penuh ritme semangat kehidupan.
"Tarian burung Engang juga menjadi salah satu tarian di Kalimantan, sehingga pementasan kesenian itu akan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke kawasan Borneo," ucapnya.
Ia menjelaskan tari Gawai itu dipentaskan sebagai wujud syukur atas panen yang melimpah kepada masyarakat petani. Karena itu pementasannya dilakukan saat panen tiba.
"Pementasan kesenian ini saat panen, baik panen padi, umbi-umbian maupun panen dari hasil perkebunan di Kalimantan," katanya.
Sementara itu, Ketua NDF Ida Bagus Abdhi mengatakan dalam ajang NDF yang digelar selama lima hari hingga Selasa (14/10) mementaskan berbagai seni dan budaya, olahraga dan pameran dari berbagai daerah di Indonesia.
"Berbagai seni budaya dipentaskan, baik kesenian Bali maupun dari sejumlah kabupaten dan provinsi di Tanah Air," katanya. (WDY)
