Denpasar (Antara Bali)  - Perusahaan Jasa Raharja hanya memerlukan waktu  45 menit untuk bisa membayar klaim kepada keluarga korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya, jika surat yang diajukan lengkap.

"Petugas kami mampu membayar dana klaim untuk satu kasus meninggal dalam tempo 45 menit saja, asalkan berkas yang diajukan sudah lengkap," kata Pimpinan Jasa Raharja Denpasar Djoko Sutomo di Denpasar, Kamis.

Polisi dan rumah sakit sebagai mitra kerja Jasa Raharja dalam menangani masalah korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya di daerah ini, juga berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Berkas kecelakaan dibuat polisi terhadap korban meninggal, diharapkan paling sedikit dalam tempo tiga kali 24 jam sudah bisa diteruskan ke petugas Jasa Raharja terdekat sehingga dana yang menjadi haknya bisa terbayarkan.

Djoko Sutomo mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan sejumlah rumah sakit di Bali dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat baik pengendara maupun penumpang yang sakit akibat kecelakaan lalu lintas di daerah ini.

Rumah sakit umum menjadi mitra kerja Jasa Raharja, sesuai naskah kerjasama yang sudah  ditandatanganinya adalah Rumah Sakit Umum Sanglah Denpasar, Rumah Sakit Trijata Polri, Rumah Sakit Tabanan, Rumah Sakit Angkatan Darat.

Menyinggung masalah penanganan kesehatan masyarakat pemudik dalam rangkaian Lebaran di Bali, Djoko Sutomo mengatakan, pihaknya membangun Posko kesehatan di tiga lokasi yakni di terminal Bis antarprovinsi di Ubung Denpasar.

Dua posko kesehatan lainnya ada di pintu keluar Bali di pelabuhan penyeberangan Gilimanuk (Bali barat) melayani pemudik ke Jawa dan Pelabuhan Padang Bai (Bali bagian timur) bagi pemudik ke Lombok.

Sedangkan di bandara Ngurah Rai, posko sudah disediakan oleh pengelola bandara, sendiri sedangkan petugas Jasa Raharja ikut berpartisipasi, kata Djoko yang mengakau dirinya baru beberapa bulan bertugas di pulau Dewata.

Kenapa Jasa Rahaja membuat Posko di tiga lokasi tersebut, karena para pemudik akan lebih ramai menggunakan angkutan pribadi seperti sepeda motor, mobil sehingga jalur darat itu akan ramai, demikian Djoko Sutomo.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026