Denpasar (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Bali memadukan teknologi dan perangkat desa adat Bali untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Bali adalah ikon internasional. Dengan sinergi teknologi, adat, dan kolaborasi lintas sektor, kami pastikan setiap wisatawan merasakan Bali yang tertib, aman, dan selamat," kata Direktur Lalu Lintas Polda Bali, Komisaris Besar Polisi Turmudi, saat FGD bertema "Polantas Menyapa Wisatawan, Tertib Berlalu Lintas Menuju Pariwisata Berkualitas" di Denpasar, Bali, Kamis.
Ia menjelaskan Polda Bali dan desa adat di Bali terus meningkatkan kolaborasi terutama dalam upaya memberikan rasa aman kepada wisatawan dalam hal kenyamanan lalu lintas.
Dirlantas Polda Bali memaparkan smart road safety policing di Ditlantas Polda Bali, yang merupakan pusat kendali berbasis teknologi yang memonitor perilaku berkendara secara real-time melalui integrasi CCTV, ETLE, data kecelakaan, serta laporan masyarakat.
Turmudi menjelaskan teknologi tersebut memungkinkan deteksi cepat terhadap pelanggaran, termasuk yang kerap dilakukan pengendara lalu lintas seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, atau berkendara ugal-ugalan.
“Smart road safety policing menjadi instrumen penting untuk membangun budaya tertib dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan di seluruh wilayah Pulau Bali. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menyapa setiap wisatawan dengan memberikan layanan lalu lintas yang modern dan humanis," kata dia.
Selanjutnya, pengawasan semakin diperkuat melalui Peta Keselamatan Jalan berbasis geospasial, yang menampilkan titik rawan kecelakaan, lokasi pelanggaran, jalur wisata padat, kualitas jalan, hingga prediksi potensi risiko.
Dengan platform berprinsip satu peta, seluruh instansi dapat melakukan langkah pencegahan maupun respons lapangan secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.
Selain pendekatan teknologi, Polda Bali juga menekankan pentingnya peran kearifan lokal.
Melalui dukungan Dinas PMA, Desa Adat, Pecalang, dan komunitas Sipandu Beradat diperkuat untuk membantu edukasi, pengawasan, dan pelaporan potensi gangguan kamseltibcar, terutama di kawasan wisata.
"Inilah fondasi utama menuju pariwisata Bali yang semakin berkualitas dan berkelanjutan serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Bali," kata Turmudi.
Selain itu, kegiatan FGD yang dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Provinsi Bali, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, PUPR, Jasa Raharja, BPTD, PHRI, Organda, serta Dinas Pemajuan Masyarakat Adat bersama
perwakilan Desa Adat dan Pecalang itu menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya tertib, meningkatkan pengawasan perilaku berkendara di kawasan wisata, dan menguatkan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Pulau Bali.
Pewarta: Rolandus NampuEditor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026