Denpasar (ANTARA) - Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Bali memastikan temuan bercak darah yang ditemukan di sebuah hotel dan sebuah mobil di Tabanan identik dengan DNA ibu dari Ihor Komarav (28) warga negara Ukraina yang diduga menjadi korban penculikan.

Kepala Bidang Humas Polda Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy di Denpasar, Rabu mengatakan hal itu didasarkan dari hasil uji laboratorium forensik berupa sampel darah yang ditemukan tim di dua tempat yang diduga terkait dengan penculikan WN Ukraina.

"Kalau percikan darah yang kita dapatkan di vila, kemudian di mobil Avanza yang digunakan oleh pelaku itu, kita cocokkan dengan DNA dari ibu korban, identik," kata dia.

Menurut Ariasandy, dari kecocokan DNA tersebut, penyidik menduga korban Ihor Komarav dibawa oleh enam orang pelaku menggunakan mobil Toyota Avanza, lalu dibekap di vila yang berlokasi di Tabanan, Bali.

"Yang jelas, di bekas-bekas darah tadi, kita bisa pastikan bahwa korban yang diculik itu pada saat itu digunakan, maksudnya diangkut menggunakan kendaraan itu dan sempat ditaruh di vila, di mana kita temukan bercak darah. Karena identik, sama, cocok dengan DNA," katanya.

Ariasandy menyebutkan dalam kasus dugaan penculikan terhadap Ihor Komarav, penyidik telah menetapkan enam orang tersangka ditambah satu orang WNA Nigeria yang disewa oleh enam WNA untuk memesan satu unit mobil dan dua unit sepeda motor.

Polda Bali pun telah memasukkan keenam orang WNA ke dalam daftar pencarian orang (DPO) dan mengajukan red notice kepada Interpol untuk diburu.

"Masih kita lakukan pengejaran, tetap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk interpol. DPO dan red notice sudah kita terbitkan," katanya.

Polda Bali memastikan empat dari WNA tersebut sudah kabur ke luar Bali, sementara dua orang lainnnya masih terdeteksi di Indonesia.



Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026