"Prestasi atlet silat Bali yang sudah pernah diraih harus bisa ditingkatkan lagi," harap Ketua KONI Bali Made Nariana di Denpasar Senin, menanggapi terpilihnya kembali AA Gde Agung, SH memimpin IPSI Bali.
AA Gde Agung, SH yang juga Bupati Badung, kembali dipercaya mengemban tugas menjadi Ketua Umum Pengprov IPSI Bali untuk periode tahun 2010-2014 dan terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov).
Nariana mengacungkan jempol kepada atlet silat Bali yang sering mengangkat nama provinsi baik di tingkat nasional maupun internasional, seperti halnya pada Asian Games dan Asian Beach Games (ABG) di Bali.
Pada perhelatan internasional kali pertama di Bali 2008, atlet silat Bali mampu memberikan sumbangan maksimal yakni dari lima emas yang disumbangkan pencak silat Indonesia, empat emas berasal dari atlet-atlet Bali.
Nariana mengatakan, IPSI Bali yang dipimpin AA Gde Agung yang didamping I Gde Yudhana (Alm) sebagai Ketua Harian, periode 2006-2010, banyak prestasi yang diukir cabang olahraga ini di tingkat nasional maupun internasional.
IPSI Bali dalam periode kepenguruan lalu, pernah menjadi Juara Umum pada Kejurnas Nasional khusus Putri, dan tahun 2007 menjadi juara umum pada Grand Final Panasonic Sirkuit di Jakarta.
Pada babak prakualifikasi PON XVII di Kalimantan Barat, pesilat Bali keluar sebagai kontingen terbanyak yang meloloskan atletnya ke ajang PON Kaltim. Puncaknya pada PON XVII di Kaltim tahun 2008 berhasil menjadi peringkat ke-2.
Prestasi itu berkat pesilat Bali mampu menyumbangkan 3tiga emas, lima perak dan lima perunggu, dan hal itu pula yang menyebabkan cabang pencak silat menjadi penyumbang medali terbanyak, sehingga Bali masuk sembilan besar PON 2008.
Nariana mengatakan, silat masih menjadi handalan Bali pada PON 2012 Riau nanti bersama cabang olahraga lainnya seperti layar, Kempo, Karate, Golf, untuk memperbaiki peringkat Bali di pertandingan olahraga akbar tersebut.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.