"Kami siap kalau ditunjuk sebagai lokasi penyelenggaraan kejuaraan dunia pencak silat, dengan catatan dana jangan dibebankan kepada panitia lokal," kata Sekretaris IPSI Bali, I Nyoman Yamadhiputra SE Ak di Denpasar Minggu.
Kesanggupan menjadi tempat bertanding pesilat dunia di Bali, sehubungan kejuaraan dunia pencak silat yang semestinya digelar akhir Juli ini di Kaltim, ditunda hingga Desember 2010 dan direncanakan di Bali.
Yamadhiputra membenarkan adanya pertimbangan pihak PB IPSI agar kejuaraan dunia pencak silat itu dilaksanakan di Bali, tetapi masih dalam pembahasan, namun jika Bali ditunjuk sebagai tempat penyelenggara siap, kata dia.
PB IPSI memindahkan ajang kejuaraan dunia pencak silat yang ditunda hingga Desember mendatang itu tempat penyelenggaraannya juga akan dipindah ke Bali, adalah untuk memancing negara peserta agar mau menurunkan atletnya pada kejuaraan dunia.
Bali menjadi tuan rumah siap, tetapi kalau ada embel-embelnya seperti akomodasi maupun transportasi ditanggung panitia lokal, masih pikir-pikir mengingat kondisi ekonomi yang ada, kata Yamadhiputra yang juga Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Bali.
Tempat penyelenggaraan ajang internasional itu sangat cocok di gedung Lila Buwana yang sangat strategis berada di tengah-tengah kota Denpasar dan mudah dijangkau dari Sanur, Kuta maupun Nusa Dua tempat atlet menginap di Bali.
"Kalau dana memungkinkan, di hotel bertaraf internasional yang ada di Pulau Dewata masih mampu untuk arena kejuaraan dunia pencak silat," kata Yamadhiputra yang sanggup hanya sebagai tempat penyelenggara kejuaraan dunia pencak silat ini.
Jika benar kejuaraan dunia pencak silat bisa di Bali, dapat diyakini atlet mancanegara akan ramai datang ke Pulau Dewata yang disertai sanak keluarganya, karena pesilat setelah bertanding bisa menikmati suasana wisata di Pulau Dewata.
Disamping itu, atlet silat di Bali juga bisa menyaksikan pertarungan pesilat antarnegara tentu bisa mencuri teknik-teknik yang lebih bagus dimiliki pesilat yang mulai berkembang merata di dunia internasional.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026