"Kami ingin mengenalkan budaya khususnya `ogoh-ogoh` kepada anak usia dini," kata Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka acara tersebut.
Menurut dia, dengan memperkenalkan budaya sejak dini diharapkan anak memiliki karakter dan memahami tentang makna budaya Bali salah satunya melalui gelaran parade ogoh-ogoh, serta diharapkan parade ini dapat memupuk rasa kebersamaan sejak dini .
Selain itu, anak usia empat sampai lima tersebut juga memainkan gambelan yang diiringi oleh gurunya.
Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kota Denpasar, Ni Made Aryaningsih, menilai tujuan dari parade "ogoh-ogoh" yang dilaksanakan setiap tahun untuk memupuk rasa cinta seni budaya sejak dini, serta memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang makna perayaan Hari Suci Nyepi.
"Meskipun dalam keadaan panas tapi para peserta yang ditemani oleh orang tuanya antusias mengikuti kegiatan tersebut," katanya. (M038)
Pewarta: Oleh I Made Argawa: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.