Gianyar, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar, Bali, melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memetakan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik untuk meminimalkan kemacetan pada rangkaian H-1 Hari Suci Nyepi.

“Seluruh pihak harus mengantisipasi potensi keramaian serta memastikan pengamanan dan pengaturan lalu lintas berjalan lancar,” kata Bupati Gianyar I Made Mahayastra di sela memimpin rapat persiapan pengamanan lalu lintas rangkaian Hari Suci Nyepi di Gianyar, Selasa.

Pada H-1 Nyepi atau disebut Pengerupukan, umat Hindu melaksanakan upacara Tawur Agung Kesanga atau upacara penyucian Bhuwana Alit (diri) dan Bhuwana Agung (semesta).

Prosesi itu dilaksanakan mulai pagi hingga siang hari di ruang terbuka atau di titik tertentu pusat perdesaan atau perkotaan serta di sejumlah pura.

 

Selanjutnya pada sore hingga malam hari, masyarakat melaksanakan pawai ogoh-ogoh atau boneka raksasa berwujud menyeramkan di kawasan publik baik di tingkat banjar (dusun) desa dan di kota.

Parade itu memiliki makna mengingatkan umat bahwa sifat keburukan seperti yang ada dalam ogoh-ogoh itu agar dieliminasi dari diri manusia menyambut Tahun Baru Saka 1948.

Sedangkan Hari Suci Nyepi dilaksanakan pada Kamis (19/3) mulai pukul 06.00 hingga Jumat (20/3) pukul 06.00 WITA.

 

Selain itu Dinas Perhubungan juga akan mematikan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) secara bertahap pada H-1 Nyepi atau pada 18 Maret dan menghidupkan kembali pada 20 Maret 2026.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama juga menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar bersinergi dengan aparat keamanan, pecalang (petugas keamanan desa adat), serta instansi terkait lainnya dalam pengaturan pengamanan.



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026