Denpasar (ANTARA) - Duta Kota Denpasar melibatkan sekitar 700 peserta dalam Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang berlangsung di kawasan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Sabtu.
Pada pembukaan PKB yang mengusung tema "Atma Kerthi: Jiwa Siwa Parisudha" tersebut, Duta Kota Denpasar menampilkan garapan bertajuk "Tattwa Parisuda Vasudhaiva Kutumbhakam" yang dikemas secara megah dengan melibatkan penari, penabuh, Truna Truni Kota Denpasar, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.
Rangkaian penampilan diawali dengan parade papan nama dan busana adat Kota Denpasar dilanjutkan atraksi Tek-Tekan, karnaval, Bungan Jaja, dan Uparengga.
Pawai juga menampilkan Legong Manca yang diiringi Semara Pegulingan Sekehe Nada Acharya Kota Denpasar, Tari Barong dari Sekehe Kubu Barong Kota Denpasar, serta Tari Sang Hyang Dedari.
Selanjutnya, peserta menampilkan Pasepan dan garapan tematik Wayang Sapuh Leger yang diiringi Gender Sekehe Sabda Kencana Sakti Kota Denpasar. Penampilan ditutup dengan Ogoh-Ogoh Sapa Warang karya maestro Marmar Herayukti dari Banjar Gemeh yang diiringi Sekehe Baleganjur Banjar Tengah Sidakarya.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengapresiasi penampilan para seniman Duta Kota Denpasar yang dikomandoi Komunitas Sakti Manca.
"Penampilan adik-adik peserta Peed Aya Kota Denpasar begitu memukau. Tentunya ini adalah sebuah kebanggaan. Mewakili Pemerintah Kota Denpasar dan seluruh masyarakat Kota Denpasar, saya mengucapkan terima kasih atas penampilan dan semangat luar biasa dari adik-adik semua," ujarnya.
Koordinator Pawai Duta Kota Denpasar Ida Bagus Eka Harista menjelaskan tema "Tattwa Parisuda" mengandung esensi dialektika spiritual antara kesadaran hakiki (Tattwa) dan purifikasi eksistensial (Parisuda).
Menurutnya, konsep tersebut merepresentasikan proses penyucian batin melalui ketajaman spiritual atau wiweka untuk mencapai kemurnian jiwa.
"Tattwa Parisuda menyatukan kejernihan pikiran (manacika) dengan integritas tindakan (kayika), sehingga jiwa kembali pada esensi yang nirmala menuju kebenaran yang hakiki dan mutlak," katanya.
Ia menambahkan penampilan Duta Kota Denpasar terbagi dalam tiga segmen utama. Segmen pertama mengangkat nilai Vasudhaiva Kutumbhakam atau Menyama Braya yang menggambarkan Denpasar sebagai ruang harmonis yang merawat keberagaman, kreativitas, dan warisan budaya.
Segmen kedua menampilkan kearifan lokal melalui berbagai tarian sakral, seperti Dedari Mesolah dan Legong, sedangkan segmen ketiga garapan tematik yang ditutup dengan penampilan Ogoh-Ogoh Sapa Warang karya Marmar Herayukti.
Pewarta: Rolandus NampuEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.