"Penduduk khawatir penyakit tersebut dapat merebak kembali, mengingat kondisi sanitasi lingkungan terutama yang menyangkut sember air minum penduduk, masih yang itu-itu juga," kata Ir Nyoman Gede Sutapa, pemerhati lingkungan, ketika dihubungi di Amlapura, Kabupaten Karangasem, Sabtu.
Dari hasil penelitian yang dilakukan pihak Dinas Kesehatan Provinsi Bali, terungkap bahwa merebaknya penyakit diare di 12 desa Kabupaten Karangasem pada tahun lalu, bersumber dari air minum penduduk yang tercemar bakteri e-colli.
Sementara sumber air minum warga yang menjadi korban, sebagian besar berasal dari "cubang", yakni bak penampungan air hujan.
Terkait itu, Sutapa khawatir serangan serupa dapat merebak kembali sehubungan kondisi yang ada tidak banyak mengalami perubahan.
"Warga masih memanfaatkan sumber air bersih dari cubang, sementara lingkungan di sekitarnya juga belum banyak dilakukan upaya sanitasi," katanya.
Melihat itu, Sutapa mengharapkan pihak Pemkab Karangasem dan Pemprov Bali dapat melakukan upaya yang lebih banyak bagi pengadaan air minum penduduk, termasuk peningkatan kebersihan lingkungan yang di beberapa tempat terbukti sangat kumuh.
Wabah diare yang sempat "mengamuk" di 12 desa di wilayah Bali bagian timur, tercatat menyerang sekitar 400 warga.
Petugas pada Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem memastikan bahwa merebaknya penyakit diare ketika itu di wilayahnya, disebabkan oleh bakteri e-colli yang biasa berkembang biak pada daerah kumuh dan kotoran manusia.
Dari hasil tes secara laboratorium, diketahui bahwa sample air yang diambil dari bak-bak penampungan air hujan milik penduduk, semuanya mengandung bakteri e-colli penyebab diare, ucapnya.
Warga yang terserang diare, adalah mereka yang selama ini memanfaatkan curah air hujan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehubungan tidak adanya sumber air bersih yang lain di daerah tersebut.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.