"Alokasi dana APBD Bali untuk membangun simantri itu meningkat Rp5 miliar dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp15 miliar untuk membangun 75 unit simantri," kata Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Kamis.
Ia mengatakan, kucuran dana sebesar Rp20 miliar itu tetap untuk masing-masing simantri kebagian Rp200 juta, guna mendukung berbagai kegiatan program pengembangan pertanian dalam arti luas.
Dana itu antara lain diarahkan untuk mendukung pengembangan tanaman pangan, sektor perkebunan, sektor perikanan dan sektor peternakan yang menekankan pada upaya pembibitan ternak sapi Bali.
Ketut Teneng menambahkan dengan adanya penambahan pembangunan 100 unit Simantri itu berarti Bali dalam tahun ini akan memiliki 500 unit, karena selama sudah terealisasi 400 unit tersebar di delapan kabupaten dan satu kota di daerah ini.
Simantri dibangun dalam satu kawasan melibatkan kelompok-kelompok tani memadukan kegiatan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan.
Ketut Teneng menjelaskan pengembangan simantri itu diharapkan mampu mendorong anak-anak muda kembali menekuni sektor pertanian, yang selama ini kurang tertarik menggeluti bidang pertanian.
Pertanian terintegrasi yang dirintis sejak 2009 yang merupakan salah satu program unggulan Bali Mandara terbukti mampu meningkatkan pendapatan petani, bahkan tidak kalah dengan penghasilan masyarakat yang bekerja di sektor pariwisata.
Dari pengembangan simantri, selain meningkatkan pendapatan dari berbagai usaha yang digeluti, juga dapat mendukung kelestarian lingkungan dan kebersihan Pulau Dewata.
Sebagian besar simantri kini memproduksi limbah pertanian, khususnya kotoran ternak sapi menjadi pupuk organik, sekaligus dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah. Seluruh simantri nantinya mengarah ke sana, sehingga petani tidak lagi tergantung dari pupuk produksi pabrik, tutur Ketut Teneng. (LHS)
Pewarta: Oleh IK Sutika: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.