Denpasar (Antara Bali) - Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Bali terus berupaya menanggulangi penyakit demam berdarah dangue (DBD) yang hingga kini jumlah penderitanya terus berfluktuasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr Luh Putu Sri Armini di Denpasar, Selasa mengatakan, langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan fogging atau pengasapan dengan menggunakan "ultra low volume" (ULV).

Selain itu, pencegahan DBD juga dilakukan dengan 3M, yaitu menguras, mengubur dan membersihkan. "Kami juga melakukan penyemprotan dengan menggunakan mobil ULV," katanya.

Ia mengatakan, upaya penanggulangan DBD terus dilakukan melalui dua cara, yaitu pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan mengasapan.

"Tindakan itu masih efektif dilakukan mencegah penyebaran nyamuk Aides Aigipty penyebab DBD," kata Sri Armini.

Dikatakan, selama ini masyarakat kurang memahami pentingnya PSN, padahal cara ini merupakan yang paling efektif untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.

Bahkan tingkat keberhasilnya, menurut Sri Armini mencapai 90 persen. Sedangkan pengasapan atau fogging tetap dilakukan karena pengasapan hanya mampu membunuh nyamuk dewasa dengan tingkat keberhasilan kurang dari 10 persen.

"Dengan perpaduan dua cara ini saya optimis penyebaran DB bisa ditanggulangi," katanya.

Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk mengatasi kasus DBD, kata dia, karena itu diperlukan peran aktif seluruh warga Kota Denpasar.

"Upaya pencegahan penyakit tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, namun harus oleh semua pihak. Yang terpenting bagaimana warga masyarakat memjaga kebersihan lingkungan, sehingga nyamuk itu tak berkembangbiak," katanya.

Untuk program pengasapan, Sri Armini mengaku akan menggunakan tiga mobil ULV yang menyasar 43 desa dan kelurahan.

"Kegiatan ini telah dimulai sejak 27 Mei sampai 24 Juni mendatang. Pengasapan ini dimulai pukul 02.00 dinihari hingga pukul 06.00 Wita. Dipastikan bau asapnya cukup menyengat, karena obat yang digunakan tidak dicampur dengan solar, sehingga akan mampu membasmi nyamuk poleng dewasa dengan lebih efektif," jelasnya.

Sri Armini menambahkan mobil ULV ini mampu menjangkau hingga radius 45 meter dari tempat penyemprotan, serta mampu membunuh nyamuk dewasa.

"Mudah-mudahan dengan program pengasapan serta peranserta warga menjaga lingkungan, penyakit DBD di Denpasar dapat ditekan seminimal mungkin," katanya.(*)


Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026