"Hingga sore ini belum ada laporan yang masuk, yang menyebutkan telah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dari penyelenggaraan pilkada itu," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar ketika dihubungi di Denpasar.
Ia menyebutkan, mudah-mudahan kondisi yang cukup kondusif ini dapat tetap berlangsung hingga seluruh proses pemungutan suara usai dilakukan di TPS-TPS.
"Kami harapkan situasinya tetap seperti sekarang. Tidak ada gejolak yang berarti dari penyelenggaraan itu," katanya.
Dikatakan, di sebagian besar TPS yang tersebar di lima kabupaten dan kota, kini masih sibuk dengan kegiatan menghitung suara,
"Jadi belum semua suara masuk ke pihak panitia penyelenggara pemilu, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten dan kota," katanya.
Ditanya mengenai kemungkinan adanya keributan setelah penghitungan suara usai dilakukan, Kabid Humas mengaku sejauh ini belum ada gegagat ke arah itu.
"Mudah-mudahan sih tetap aman. Itu yang sangat kami harapkan," ujarnya berharap.
Untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya hal-hal tidak diinginkan, Sugianyar mengaku bahwa pihaknya telah jauh-jauh hari telah penyiapkan personel terlatih dalam jumlah yang cukup.
Sedikitnya 4.032 personel Polri telah dikerahkan pada lebih dari 3.400 TPS yang tersebar di lima kabupaten dan kota yang kini tengah menggelar pilkada.
Lima kabupaten dan kota yang menyelenggarakan pilkada serentak itu, Kabupaten Badung, Tabanan, Bangli, Karangasem dan Kota Denpasar.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.