Denpasar (Antara Bali) - Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Bali Mandara (Forbara) berunjuk rasa terkait pernyataan Rektor Universitas Mahendradatta Denpasar Dr I Gusti Ngurah Arya Wedakarna yang akan menurunkan Gubernur Bali.

Koordinator Aksi Unjuk Rasa Forbara Komang Mudita di Denpasar, Kamis, mengatakan secara hukum, Gubernur Bali Made Mangku Pastika diangkat berdasarkan undang-undang sehingga masyarakat tidak bisa serta merta menurunkan secara langsung.

"Oleh karena itu jangan lagi mengusik kepala daerah yang telah syah secara hukum. Gubernur Made Mangku Pastika dan Wagub Ketut Sudikerta adalah pilihan rakyat," kata Mudita disambut yel-yel.

Pengunjuk rasa tersebut mengharapkan Arya Wedakarna untuk tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang merugikan masyarakat Bali.

Mereka juga menuntut Arya Wedakarna untuk meminta maaf atas pernyataan yang disampaikan di salah satu media cetak besar di Bali.

"Kami mendesak untuk mengklarifikasi pendapatnya dan tidak menyudutkan Gubernur Bali," katanya.

Selanjutnya, para pengunjukrasa Forbara dipertemukan dengan Arya Wedakarna oleh anggota DPRD yang dipimpin Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya di ruang pertemuan Gedung DPRD lantai III. (LHS)


Pewarta: Oleh I Komang Suparta
: Ni Luh Rhismawati

COPYRIGHT © ANTARA 2026